Menteri Maman Apresiasi KUM Peduli Bunga Nol Persen untuk UMKM Kalimantan Barat - lkipartaigolkar

Menteri Maman Apresiasi KUM Peduli Bunga Nol Persen untuk UMKM Kalimantan Barat

Share your love

LKI Golkar – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengapresiasi peluncuran program Kredit Usaha Mikro (KUM) Peduli, dengan bunga nol persen, plafon maksimal Rp5 juta, sebagai inovasi pembiayaan untuk memperluas akses permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas usaha pengusaha UMKM di Kalimantan Barat.

Program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Bank Kalbar dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat tersebut memanfaatkan skema tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) untuk memberikan pembiayaan yang mudah dan murah, terutama bagi pengusaha UMKM yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.

Menteri Maman menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif. Namun, kemudahan memperoleh modal perlu disertai peningkatan kemampuan pengusaha UMKM dalam mengelola keuangan, menjaga keberlanjutan usaha, dan memenuhi kewajiban pengembalian pinjaman

“Ketika UMKM diberikan akses pembiayaan, kita harus memastikan mereka memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembalikan pinjaman tersebut. Karena itu, peningkatan kapasitas UMKM menjadi bagian penting agar pembiayaan yang diberikan benar-benar mendorong pertumbuhan usaha,” ujar Menteri Maman dalam acara Sinergi Penguatan Ekonomi Lokal Kalimantan Barat melalui Pemberdayaan UMKM di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (19/10).

Menurut Menteri Maman, perluasan pembiayaan tidak cukup dilakukan melalui peningkatan plafon kredit, tetapi harus diimbangi dengan kesiapan usaha, kemampuan pengelolaan keuangan, serta pendampingan agar modal yang diterima dapat dimanfaatkan secara produktif.

Ia menjelaskan, pemerintah terus memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar semakin banyak pengusaha UMKM dapat memperoleh layanan pembiayaan formal.

Selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sekitar 3,9 juta pengusaha UMKM tercatat baru pertama kali memperoleh akses pembiayaan formal melalui program KUR.

Capaian tersebut menunjukkan semakin terbukanya kesempatan bagi pengusaha UMKM untuk mendapatkan dukungan permodalan yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas inklusi keuangan nasional.

“Yang menarik, dari total alokasi KUR sebesar Rp300 triliun pada 2026, penyaluran ke sektor produksi telah mencapai 65,9 persen, melampaui target minimal 65 persen. Fokus pembiayaan pada sektor produksi penting untuk mendorong pertumbuhan usaha sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja. Saya berharap semakin banyak UMKM di Kalimantan Barat dapat memanfaatkan akses pembiayaan tersebut untuk mengembangkan usahanya,” ujar Menteri Maman

Selain akses permodalan, Menteri Maman menekankan pentingnya memastikan pengusaha UMKM memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memasarkan produknya.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *