Menteri ESDM Bangladesh Temui Menteri Bahlil di Tengah Isu Krisis Energi - lkipartaigolkar

Menteri ESDM Bangladesh Temui Menteri Bahlil di Tengah Isu Krisis Energi

Share your love

LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerima kunjungan resmi Menteri ESDM Bangladesh Iqbal Hasan Mahmood di kantor Kementerian ESDM pada Minggu (23/8/2026).

Pertemuan tersebut dilakukan di tengah terjadinya krisis energi di Bangladesh yang dipengaruhi kurangnya pasokan gas bumi negara tersebut.

Bahlil menjelaskan pertemuan tersebut dilakukan untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Bangladesh di sektor energi. Namun, dia tak menjelaskan lebih terperinci ihwal potensi kerja sama lanjutan tersebut.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Bangladesh di sektor energi dan sumber daya mineral, serta membuka peluang kolaborasi yang semakin erat untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi kedua negara,” tulis Bahlil dalam akun Instagram resminya, Senin (24/8/2026).

“Indonesia dan Bangladesh memiliki potensi besar untuk terus membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan,” tegas dia.

Dalam kesempatan itu, Bahlil turut didampingi oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Tri Winarno dan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Eniya Listiani Dewi.

Di sektor energi, Indonesia dan Bangladesh memiliki nota kesepahaman tentang kerja sama energi yang diteken pada 4 September 2023. 

Melalui nota kesepahaman tersebut Indonesia menyatakan siap untuk memasok batu bara yang stabil dan terjangkau untuk Bangladesh.

Kedua negara juga sepakat untuk membuka ruang kolaborasi pengembangan infrastruktur energi, pembangkit listrik baru, memajukan proyek minyak dan gas bumi (migas), serta meningkatkan inisiatif energi terbarukan.

Sekadar catatan, Bangladesh dikabarkan tengah melirik Asia Tenggara untuk mendapatkan gas alam seiring dengan gangguan berkepanjangan pada pengiriman melalui Selat Hormuz yang memperparah krisis energinya.

Berdasarkan laporan Bloomberg News, Bangladesh berencana membeli gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) dari Malaysia menggunakan kontainer kriogenik khusus, yang juga dikenal sebagai tangki ISO, sebagai solusi segera untuk mengatasi kekurangan energinya.

Dalam jangka panjang, negara tersebut juga sedang merancang rencana pembangunan pipa gas untuk membeli gas dari Myanmar sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pasokan dari Teluk Persia.

Rencana pipa gas tersebut juga sempat diusulkan oleh Menteri Energi Iqbal Hassan Mahmood dalam wawancara dengan surat kabar lokal The Daily Star pada 2 Agustus.

Bangladesh juga berencana mencari pasokan LNG dari AS dan telah meluncurkan tender dalam beberapa pekan terakhir untuk mendapatkan pasokan segera.

Negara tersebut juga masih kesulitan memperoleh volume bahan bakar yang didinginkan secara ekstrem sesuai kebutuhan, sehingga memaksa rumah tangga dan industri untuk mengurangi konsumsi energi.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *