Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan BBM-Listrik di NTT Membaik: Masih Belum 100 Persen - lkipartaigolkar

Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan BBM-Listrik di NTT Membaik: Masih Belum 100 Persen

Share your love

LKI Golkar – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pasokan BBM dan listrik di Nusa Tenggara Timur (NTT) sempat terhambat akibat bencana gempa bumi. Untuk saat ini, dia memastikan pasokan BBM dan listrik di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus membaik.


“Perlahan-lahan sudah mulai ada perbaikan, termasuk juga listrik. Awalnya banyak daerah yang kena itu mati lampu, sekarang perlahan-lahan sudah bisa kita selesaikan,” kata Bahlil di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa (18/8/2026).

Ketua Umum Golkar itu mengakui belum 100 persen distribusinya kembali pulih. Tapi, ia memastikan sejumlah pihak terkait bekerja keras untuk memastikan suplai di lokasi bencana membaik.

“Sudah barang tentu belum 100% karena gardu induknya itu sudah nyala tapi untuk suplai ke lokasinya itu yang membutuhkan beberapa waktu lagi sedikit. Tapi kita akan bekerja keras terus, Dirut Pertamina sama PLN kemarin masih berada di lokasi bencana dan kita sangat serius ya,” ungkapnya.

Sebagai informasi Basarnas telah menyampaikan informasi terbaru terkait penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Petugas mencatat penambahan jumlah korban gempa.

“Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB, telah kami kompulir, total korban adalan 202 orang, meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang,” kata Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, dalam konferensi pers, Selasa (18/8).

Dia merinci 132 orang yang terluka terdiri dari 40 orang mengalami luka berat dan 92 orang mengalami luka ringan. Dia mengatakan petugas masih menyisir lokasi terdampak gempa.

“Operasi yang kita lakukan hanya tinggal penyisiran karena berdasarkan laporan atau masukan data dari para korban tidak ada lagi saudara-saudara mereka, tetangga, rekan yang tercatat masih dalam pencarian,” ujar dia.

Tim Basarnas saat ini fokus membantu tim pemulihan medis para korban, terutama di wilayah yang sulit dijangkau seperti di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

“Hari ini kami turut membantu perkuatan tim kesehatan sesuai arahan Bapak Menkes, khususnya di daerah terdampak cukup besar dan sulit dijangkau seperti di Lamba Leda,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan data korban luka dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dia mengatakan data ini didasarkan pada jumlah warga yang dirawat di fasilitas kesehatan.

“Jumlah korban luka-luka berdasarkan data Kementerian Kesehatan adalah 1.182 orang. Namun, perbedaan data tak perlu dipermasalahkan karena memang dasar perhitungannya yang berbeda,” kata Berton.

Dia mengatakan ada sedikit perbedaan data karena Basarnas mencatat orang-orang yang terluka berdasarkan apa yang ditemukan. Sedangkan data dari Kemenkes didapat dari jumlah warga yang dilayani di fasilitas kesehatan.

“Akan ada sedikit perbedaan data luka-luka, dan ini tidak menjadi polemik,” katanya.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *