Menteri Bahlil Dipuji DPR, Sebagian Besar Anggaran 2027 untuk Masyarakat - lkipartaigolkar

Menteri Bahlil Dipuji DPR, Sebagian Besar Anggaran 2027 untuk Masyarakat

Share your love

LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendapat apresiasi dari Komisi XII DPR RI terkait Pagu Anggaran Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp27,37 triliun. Sebanyak Rp22,51 triliun atau 82 persen diarahkan untuk program strategis dan pembangunan infrastruktur yang manfaatnya ditujukan kepada masyarakat.

Anggota Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya mengungkapkan bahwa komposisi anggaran tersebut menunjukkan porsi yang besar untuk program strategis dan infrastruktur, sementara belanja operasional Kementerian ESDM dapat ditekan. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip pada Kamis (03/09/2026).

“Dari total anggaran yang diajukan Rp27,3 triliun, sebanyak 82 persen adalah program strategis dan infrastruktur. Ini menunjukkan bahwa Menteri ESDM sangat progresif dan memiliki perhatian pada pembangunan yang berpihak kepada masyarakat dan ketahanan  energi,” ujar Bambang.

Pagu Anggaran ESDM 2027 Capai Rp27,37 Triliun

Dalam rapat tersebut, Komisi XII DPR RI mengapresiasi postur awal Pagu Anggaran Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2027 yang disepakati sebesar Rp27,37 triliun. Bahlil menjelaskan bahwa sebagian besar anggaran tersebut diarahkan untuk program strategis dan pembangunan infrastruktur.

Dari total pagu tersebut, sekitar Rp22,51 triliun atau 82 persen diarahkan untuk program strategis dan pembangunan infrastruktur. Anggaran tersebut mencakup berbagai program yang ditujukan untuk memperkuat infrastruktur energi serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Komposisi anggaran yang mendapat apresiasi DPR tersebut juga berkaitan dengan kebijakan Bahlil untuk menjaga belanja operasional Kementerian ESDM. Dengan belanja operasional yang lebih efisien, ruang anggaran untuk program prioritas dapat diperbesar.

Bahlil Prioritaskan Perluasan Akses Listrik

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa salah satu program prioritas pemerintah adalah menuntaskan wilayah yang belum mendapatkan akses listrik.

Program tersebut antara lain dijalankan melalui Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Bahlil menyebut masih terdapat sekitar 11 ribu desa dan dusun yang belum mendapatkan aliran listrik.

Pemerintah menargetkan seluruh desa dan dusun tersebut memperoleh akses listrik secara bertahap hingga 2029–2030.

“Semua desa dan dusun totalnya masih ada 11 ribu yang belum berlistrik. Target kita sampai 2029-2030 semua desa sudah harus dialiri listrik. Anak yang lahir di daerah tanpa listrik harus kita bantu, ini pekerjaan mulia kita bersama,” ungkap Bahlil.

Anggaran Listrik Desa Capai Rp9,67 Triliun

Berdasarkan data Kementerian ESDM, alokasi anggaran terbesar dalam Pagu Anggaran 2027 antara lain berada pada Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan sebesar Rp10,44 triliun dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi sebesar Rp11,34 triliun.

Pada sektor ketenagalistrikan, alokasi tersebut mencakup program Listrik Desa sebesar Rp9,67 triliun dan BPBL sebesar Rp593,1 miliar.

Program tersebut menjadi bagian dari prioritas yang dijelaskan Bahlil, khususnya untuk memperluas akses listrik bagi desa dan dusun yang belum mendapatkan layanan kelistrikan.

Bahlil Dorong Pembangunan Infrastruktur Migas

Selain ketenagalistrikan, Pagu Anggaran Kementerian ESDM 2027 juga diarahkan untuk pembangunan infrastruktur minyak dan gas bumi.

Pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, anggaran antara lain digunakan untuk pembangunan jaringan gas bumi (Jargas) secara multiyears sebesar Rp5,21 triliun.

Selain itu, terdapat alokasi sebesar Rp3,94 triliun untuk pembangunan pipa Dusem. Kedua program tersebut menjadi bagian dari alokasi infrastruktur sektor migas dalam Pagu Anggaran Kementerian ESDM 2027.

Bahlil: Belanja Operasional Hanya 13 Persen

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah berupaya menjaga belanja operasional Kementerian ESDM agar tetap efisien. Kebijakan tersebut dilakukan agar anggaran dapat lebih banyak diarahkan untuk pelaksanaan program prioritas dan pembangunan infrastruktur.

“Anggaran operasional kita cuma 13 persen saja, semuanya kita dorong untuk program pro-rakyat dan infrastruktur,” tambah Bahlil.

Dengan komposisi tersebut, sekitar 82 persen pagu anggaran diarahkan untuk program strategis dan infrastruktur, sedangkan porsi belanja operasional disebut sekitar 13 persen.

Pada akhir rapat, Pagu Anggaran Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp27,37 triliun disepakati sebagai postur awal. Komisi XII DPR RI menerima penjelasan Bahlil dan selanjutnya akan melakukan pendalaman melalui rapat dengar pendapat bersama jajaran eselon I Kementerian ESDM.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *