
Menko Bahlil Tegaskan Anggaran Kemenko Hilirisasi Tak Tambah Beban Negara
Share your love
LKI Golkar – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pembentukan kementerian koordinator baru tidak berarti menambah beban anggaran negara.
Bahlil mengatakan anggaran operasional Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi bersumber dari anggaran Kementerian ESDM. Hal itu disampaikannya dalam Investor Daily Summit 2026, Rabu (7/10/2026).
“Jadi jangan sampai media bilang ini karena menambah kementerian, pemborosan uang negara, gak ada,” kata Bahlil.
Menurut Bahlil, tidak ada anggaran kementerian baru yang berdiri terpisah dari Kementerian ESDM. Pengelolaan anggaran Kemenko Hilirisasi menggunakan anggaran yang berada di bawah kementerian yang dipimpinnya.
Bahlil juga memastikan tidak menerima dua gaji karena merangkap dua jabatan. Ia menyebut gajinya tetap berasal dari pos Menteri ESDM.
“Gaji Menterinya juga cuma satu, gaji Menteri ESDM. DIPA-nya juga cuma DIPA satu, DIPA Menteri ESDM,” tegasnya.
Ia menjelaskan perbedaan utama berada pada ruang lingkup koordinasi. Sebagai Menko, Bahlil mengoordinasikan agenda hilirisasi dan transisi energi lintas kementerian dan lembaga.
“Ruang lingkup koordinasinya aja yang berbeda, kira-kira begitu. Demikian, terima kasih,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Suahasil Nazara juga menyampaikan bahwa anggaran operasional Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi bersumber dari Kementerian ESDM. Pemerintah masih menata bagian anggaran, administrasi, serta mekanisme pengelolaannya.
Dalam APBN 2027, Kementerian ESDM memperoleh alokasi anggaran Rp27,37 triliun. Anggaran tersebut nantinya ditata untuk mendukung operasional Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Presiden Prabowo Subianto mengangkat Bahlil sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus mempertahankannya sebagai Menteri ESDM pada Kamis (1/10/2026).
Kementerian ESDM menyebut penugasan tersebut ditujukan untuk menyatukan koordinasi hilirisasi dan transisi energi. Pemerintah berharap dua agenda itu dapat dieksekusi lebih terintegrasi dan terukur.
Usai pelantikan, Bahlil mengatakan jabatan rangkap tersebut merupakan amanah. Ia menyatakan akan menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Menurut Bahlil, koordinasi melalui Kemenko diperlukan untuk mempercepat pelaksanaan program hilirisasi dan transisi energi yang menjadi bagian dari agenda pemerintahan Prabowo.



