
Menko Bahlil Kerahkan Tujuh Kapal Pengangkut BBM ke Bali, Tambah Cadangan Jadi 15 Hari
Share your love
LKI Golkar – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengerahkan tujuh unit armada kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) ke Bali sehingga menambah cadangan Pertalite menjadi 15 hari yang berperan mengatasi antrean.
“Sekarang cadangan di Bali rata-rata 11 hari atau 12 hari, saya tingkatkan menjadi 15 hari. Jadi kapal saya tambah tujuh untuk menyuplai BBM,” kata Bahlil setelah memimpin rapat koordinasj terkait distribusi BBM di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, Bali, Senin.
Awalnya, Menko yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu mengungkapkan jumlah armada pengangkut BBM di Bali hanya tiga kapal dan kini sudah ditambah menjadi tujuh kapal BBM.
Ia menjelaskan kendala bongkar muat kapal menyebabkan keterlambatan pasokan sehingga berdampak terhadap cadangan BBM di Bali yang sempat menurun tiga hingga empat hari.
Kondisi itu, kata dia, membuat antrean panjang pembelian BBM di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Adapun cadangan BBM di Pulau Dewata ditampung di dua lokasi yakni Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem dengan volume tampung mencapai 11 hari dan Terminal BBM Sanggaran di Denpasar dengan volume mencapai sekitar empat hingga lima hari.
“Dalam rangka untuk mempercepat proses ini, sekarang saya meminta kepada Pertamina untuk menaikkan statusnya (cadangannya) tadinya 11 hari menjadi 15 hari,” imbuhnya.
Selain menambah armada distribusi dari Jawa ke Bali, Pertamina Patra Niaga juga menambah stok Pertalite hingga total 48 juta liter yang telah dilakukan sejak pengiriman pada 7 Oktober hingga pada 17 Oktober 2026.
Upaya lain yang dilakukan di antaranya penambahan armada truk tangki, operasional terminal BBM dan SPBU 24 jam hingga penerapan ganjil genap juga berperan mengurai antrean panjang.
Adapun pemberlakuan ganjil genap nomor kendaraan bermotor dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Bali Wayan Koster.
Pemberlakuan ganjil genap itu dimulai pada Sabtu, 17 Oktober hingga Senin, 19 Oktober 2026.
Saat ini, Koster memutuskan untuk memperpanjang penerapan ganjil genap hingga rencananya 23 Oktober 2026 dan akan terus dievaluasi.
Dalam rapat koordinasi itu selain dihadiri Menko Bahlil Lahadalia, juga Gubernur Bali Wayan Koster, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Polisi Pasma Royce, Komandan Resor Militer (Danrem) 163/Wira Satya Brigadir Jenderal TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Pertamina Patra Niaga hingga jajaran terkait lainnya.



