Kunker ke BB Vet Denpasar, Firman Soebagyo Kaget: Bali Darurat Rabies, Anjing Liar Tak Terkendali, Pusat Jangan Tutup Mata! - lkipartaigolkar

Kunker ke BB Vet Denpasar, Firman Soebagyo Kaget: Bali Darurat Rabies, Anjing Liar Tak Terkendali, Pusat Jangan Tutup Mata!

Share your love

LKI Golkar – Anggota Komisi IV DPR RI dan Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Firman Soebagyo, mengaku terkejut dan prihatin berat setelah mendengarkan laporan langsung dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali serta Kepala Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.

Dalam kunjungan kerja reses di Denpasar, Bali, Jumat (19/9), Firman mengungkapkan fakta mencengangkan: Bali darurat rabies.

“Saya terkejut. Laporan Kadis Pertanian jelas. Populasi anjing liar hampir tidak terkendali. Korban manusia sudah berjatuhan. Tahun 2025 saja ada 66.760 kasus gigitan dan 16 orang meninggal dunia di Bali. Di Denpasar saja sampai September ini sudah 8 kasus positif rabies. Vaksinasi baru 46 persen. Ini darurat, bukan biasa,” tegas Firman.

Firman menilai, kondisi ini sangat berbahaya dan memalukan bagi Indonesia di mata dunia.

“Bali adalah pariwisata dunia. Etalase Indonesia. Bayangkan jika ada turis asing yang digigit anjing rabies dan meninggal di Bali. Itu akan mencoreng nama Indonesia di seluruh dunia. Travel warning akan keluar. Pariwisata kita yang baru pulih bisa hancur lagi. Pemerintah pusat tidak boleh diam!” katanya dengan nada keras.

Menurut politisi senior Golkar itu, akar masalahnya adalah daerah tidak punya anggaran, tidak punya fasilitas, dan tidak punya SDM yang cukup untuk menangani ledakan anjing liar yang mencapai 700 ribu ekor se-Bali.

Ironisnya, program penampungan anjing liar yang diinstruksikan Gubernur belum jalan karena terbentur anggaran dan penolakan kelompok tertentu.

Firman desak 3 langkah darurat ke Pemerintah Pusat:

  1. Tetapkan Bali sebagai Daerah KLB Rabies Terbatas dan Kucurkan Anggaran Khusus (Dana Bencana Non-Alam). Jangan bebani APBD Bali saja.
  2. Perintahkan Kementerian Pertanian dan Kemenkes turunkan 100.000 dosis Vaksin Anti Rabies (VAR) dan vaksin hewan, serta 20 dokter hewan tambahan untuk operasi sterilisasi massal di 9 kabupaten/kota.
  3. Buat Perpres Penanganan Anjing Liar Berbasis Desa Adat. “Jangan pakai cara Jakarta untuk atasi masalah Bali. Libatkan Pecalang dan Desa Adat. Beri kewenangan awig-awig untuk atur pemilik anjing yang melepas liar. Kalau perlu, denda adat,” ujar Firman.

Firman juga mengingatkan, program eliminasi dengan meracun anjing adalah cara gagal dan melanggar prinsip kesejahteraan hewan yang akan memicu kecaman dunia.

“Jangan dibunuh, tapi dikendalikan. Sterilisasi, vaksinasi, dan kandang komunal. Itu solusi yang diakui WHO. Saya akan bawa masalah ini langsung ke Rapat Komisi IV dengan Menteri Pertanian dan Menteri Kesehatan minggu depan. Bali tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri. Kalau Bali darurat rabies, itu darurat nasional,” pungkasnya dengan serius

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *