Kota Cirebon Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Musim Kemarau - lkipartaigolkar

Kota Cirebon Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Musim Kemarau

Share your love

LKI Golkar – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana pada puncak musim kemarau selama Agustus 2026 melalui simulasi dan kolaborasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, serta pemadam kebakaran.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan simulasi dilakukan untuk meningkatkan kembali kemampuan petugas gabungan dalam menangani berbagai kemungkinan bencana selama musim kemarau.

“Ini juga kita lakukan simulasi untuk melatih lagi, karena sekarang musim kemarau,” kata Effendi Edo saat ditemui di Cirebon, Selasa.

Ia menjelaskan kesiapsiagaan tersebut diperlukan karena bulan Agustus diperkirakan menjadi puncak musim kemarau, sehingga potensi kebakaran yang membutuhkan penanganan cepat perlu diantisipasi sejak awal.

Menurut dia, penanggulangan bencana membutuhkan kerja sama lintas tingkatan pemerintahan agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kolaborasi ini tentunya satu kerja yang baik dan saling menunjang antara kota, provinsi, dan pusat,” ujarnya.

Ia menyebut pemerintah daerah telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, dengan Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus.

Sejumlah langkah kesiapsiagaan telah dilakukan di wilayah tersebut, kata dia, untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani apabila terjadi kekeringan.

“Kita sudah standby-kan beberapa hal di sana untuk bisa menangani bencana tersebut,” katanya.

Selain kekeringan, Pemkot Cirebon juga mengantisipasi potensi kebakaran lahan yang dapat meningkat selama kondisi cuaca kering, terutama di wilayah yang memiliki lahan terbuka.

Effendi Edo mengatakan kebakaran lahan sempat terjadi dalam skala kecil, namun kejadian tersebut dapat ditangani dengan cepat melalui kesiapsiagaan BPBD, pemadam kebakaran, dan unsur terkait lainnya.

Untuk menghadapi kekeringan di Argasunya, pihaknya rutin menyalurkan air kepada masyarakat secara berkala dengan menyesuaikan kebutuhan warga di wilayah terdampak.

Ia mengatakan pemerintah daerah tengah mendorong peningkatan kelembagaan BPBD Kota Cirebon, agar dapat naik kelas menjadi perangkat daerah dengan tingkat Eselon II yang ditargetkan terealisasi pada Desember 2026.

“Mudah-mudahan Desember ini sudah jadi Eselon II, naik kelas,” ucap dia.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *