
Komcad ASN Berujung Duka,Waka Komisi I DPR RI Dave Laksono Soroti Kesiapan Medis dan Intensitas Latihan
Share your love
LKI Golkar – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menekankan keselamatan peserta harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program Komponen Cadangan (Komcad), menyusul wafatnya peserta Komcad ASN Kementerian Ekonomi Kreatif, Vanreko Varkas Bagaskara (28).
Dave menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum sekaligus mendorong evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan dan keselamatan dalam pelaksanaan pendidikan dan latihan Komcad.
Menurut Dave, pelatihan militer memang membutuhkan ketahanan fisik dan mental.
Namun, standar latihan harus berjalan beriringan dengan sistem mitigasi kesehatan yang mampu memastikan kondisi peserta tetap terpantau.
“Peristiwa ini tentu menjadi duka bagi keluarga, rekan-rekan almarhum, maupun seluruh pihak yang terlibat dalam program Komcad,” kata Dave dalam keterangannya, Senin (28/9).
Ia mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, Vanreko sempat mengalami gangguan kesehatan dan telah memperoleh penanganan medis hingga menjalani perawatan intensif.
Maka itu, Dave meminta seluruh pihak menunggu hasil evaluasi resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab dan rangkaian kejadian yang mengakibatkan wafatnya peserta.
“Dari informasi yang saya terima, almarhum telah mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gangguan kesehatan hingga mendapat perawatan intensif. Kita perlu menghormati proses penanganan dan evaluasi yang dilakukan oleh pihak terkait agar kondisi yang sebenarnya dapat diketahui secara utuh,” ujarnya.
Dave menilai aspek keselamatan harus menjadi bagian integral dari desain pelatihan Komcad. Hal itu mencakup pemeriksaan kesehatan, kesiapan fasilitas medis, ketersediaan tenaga kesehatan, hingga kemampuan penyelenggara melakukan respons cepat ketika peserta mengalami gangguan kesehatan.
Ia juga menekankan pentingnya menyesuaikan intensitas latihan dengan kondisi fisiologis masing-masing peserta.
Karakter peserta Komcad ASN, kata Dave, berbeda dengan personel militer aktif yang telah menjalani proses pembinaan fisik secara berkelanjutan. Sehingga pengelolaan latihan perlu mempertimbangkan kondisi dan kemampuan peserta tanpa menghilangkan esensi pendidikan militer.
“Penguatan kesiapan kesehatan, dukungan medis, serta penyesuaian latihan dengan kondisi peserta tetap penting untuk terus menjadi bagian dari pelaksanaan program Komcad,” tutur Dave.
Ia menegaskan evaluasi bukan dimaksudkan untuk mengurangi kualitas pelatihan. Justru, evaluasi dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan profesionalisme program Komcad.
“Hal ini bukan untuk mengurangi standar latihan, tetapi justru untuk memastikan pembentukan Komcad berjalan optimal dan tetap mendukung tujuan penguatan pertahanan negara,” katanya.
Komisi I DPR RI, lanjut Dave, akan terus mencermati hasil evaluasi resmi terkait peristiwa tersebut. Ia berharap seluruh proses dilakukan secara objektif dan menyeluruh.
Dave juga mengajak semua pihak memberikan penghormatan kepada Vanreko sebagai warga negara yang mengikuti program Komcad dalam rangka pengabdian kepada negara.
“Yang terpenting saat ini adalah memberikan penghormatan kepada almarhum dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya.



