Ketua Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro: Pemerintahan Hebat Itu yang Cepat Adaptasi Teknologi, Bukan yang Kuat - lkipartaigolkar

Ketua Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro: Pemerintahan Hebat Itu yang Cepat Adaptasi Teknologi, Bukan yang Kuat

Share your love

LKI Golkar – Suasana Hotel Khas Tegal, Jumat (11/9/2026), terasa berbeda. Bukan lagi sekadar pelatihan rutin, melainkan ajang para guru SD dan SMP se-Kota Tegal “berpetualang” ke masa lalu.

Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) menggelar workshop peningkatan kompetensi yang fokus pada integrasi Artificial Intelligence (AI) dan pemanfaatan papan interaktif digital.

Ketua Komisi X DPR RI, Dr. H. Agung Widyantoro, S.H., M.Si., langsung memberikan pesan tegas di depan para peserta. Menurutnya, pemerintah sudah menggelontorkan perangkat digital ke sekolah-sekolah. Sekarang giliran guru yang harus cepat beradaptasi agar fasilitas tersebut tidak mubazir.

“Pemerintahan yang hebat itu bukan yang kuat, melainkan yang cepat beradaptasi dengan teknologi digital. Melalui papan interaktif dan konten AI, pembelajaran sejarah seperti kisah Gajah Mada atau Perang Diponegoro tidak lagi sekadar cerita, tetapi bisa ditampilkan lewat visualisasi interaktif yang membawa siswa seolah masuk ke masa itu,” tegas Agung.

Dalam workshop tersebut, para guru dilatih membuat konten pembelajaran berbasis AI yang kemudian ditampilkan di papan interaktif. Materi sejarah, sains, hingga bahasa bisa diubah menjadi visualisasi bergerak, simulasi, bahkan pengalaman semi-immersive.

Tujuannya sederhana: membuat siswa tidak lagi bosan dan merasa “hadir” di dalam cerita.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan digitalisasi pendidikan di Kota Tegal.

Sebelumnya, ratusan sekolah sudah menerima bantuan Interactive Flat Panel (papan interaktif). Kini, fokusnya beralih ke kapasitas guru agar perangkat canggih tersebut benar-benar mengubah cara mengajar.

Agung menekankan bahwa teknologi hanya alat. Yang menentukan tetap guru. “Kalau gurunya cepat adaptasi, maka fasilitas pemerintah akan maksimal. Kalau tidak, ya hanya jadi pajangan,” ujarnya.

Workshop berlangsung interaktif. Para peserta langsung praktik membuat prompt AI untuk menghasilkan visual sejarah, kemudian menampilkannya di papan interaktif. Banyak guru mengaku kagum sekaligus termotivasi. “Ternyata sejarah bisa semenyenangkan ini,” kata salah seorang peserta.

Dengan langkah ini, Komisi X dan Kemdikdasmen berharap pembelajaran di sekolah-sekolah Kota Tegal semakin hidup, relevan, dan mampu membawa siswa “menyaksikan” langsung peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah Indonesia.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *