
Gubernur NTT: Sekolah Rakyat membuka jalan meraih masa depan
Share your love

LKI Golkar – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menilai Program Sekolah Rakyat merupakan wujud keberpihakan negara dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak keluarga kurang mampu guna memutus rantai kemiskinan dan meraih masa depan.
“Pendidikan adalah jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT terus mendukung Program Sekolah Rakyat agar benar-benar melahirkan generasi unggul yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan mampu mengubah masa depan keluarganya,” katanya di Kupang, Senin.
Hal ini disampaikan Gubernur NTT saat menjadi pembina upacara pada Apel Bersama Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kupang di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah.
Menurut dia, Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan pendidikan gratis, tetapi memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk memperoleh pendidikan terbaik tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarga.
la juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya menghadirkan Program Sekolah Rakyat, serta kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan jajaran Kementerian Sosial yang mengawal pelaksanaan program tersebut hingga dapat dinikmati masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan belajar mengajar sudah dimulai pada 13 Juli 2026 dengan jumlah 249 siswa, terdiri atas 22 siswa SD, 111 siswa SMP, dan 116 siswa SMA.
Melki mengingatkan para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar tersebut dengan sungguh-sungguh.
“Kesempatan seperti ini tidak dimiliki semua orang. Karena itu, saya berharap anak-anak memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Belajarlah dengan tekun, bangun cita-cita setinggi mungkin, dan jadilah generasi yang kelak membanggakan keluarga, NTT, dan Indonesia,” ujarnya.
la menilai keberadaan SRT 1 Kabupaten Kupang tidak hanya menjadi fasilitas pendidikan, tetapi juga rumah baru bagi siswa, guru, tenaga kependidikan, kepala sekolah, dan wali asuh dalam membangun lingkungan belajar yang sehat, aman, dan penuh kasih.
Menurutnya, fasilitas yang tersedia di sekolah tersebut merupakan salah satu yang terbaik di NTT sehingga harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.
Gubernur juga meminta guru, kepala sekolah, dan wali asuh memberikan perhatian khusus kepada siswa yang tinggal di asrama, terutama peserta didik jenjang SD yang baru pertama kali berpisah dari orang tua.
“Saya minta seluruh warga Sekolah Rakyat menjadi satu keluarga besar. Di asrama kita harus saling menjaga, saling menguatkan, dan saling memberi semangat. Khusus anak-anak SD, saya titip kepada para wali asuh agar memperlakukan mereka seperti anak sendiri,” katanya.
la mengajak siswa SMP dan SMA menjadi teladan bagi adik-adik mereka melalui sikap disiplin, saling menghormati, dan semangat belajar.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan berasrama tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga budaya hidup bersama yang penuh kepedulian.
Gubernur Melki menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mengawal pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.
Di akhir arahannya, ia berpesan kepada seluruh siswa agar rajin belajar, disiplin, tekun berdoa, serta tidak melupakan perjuangan orang tua yang telah mengantarkan mereka memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.



