Gubernur John Tabo: Wajib Sekolahkan Anak-Anak, Penerus Masa Depan Papua Pegunungan - lkipartaigolkar

Gubernur John Tabo: Wajib Sekolahkan Anak-Anak, Penerus Masa Depan Papua Pegunungan

Share your love

LKI Golkar – Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (HC) John Tabo, MBA, SE, mengajak gereja, pemerintah daerah, dan seluruh orang tua untuk memprioritaskan pendidikan anak-anak sebagai investasi masa depan Papua Pegunungan. Sebab, kemajuan daerah akan ditentukan oleh generasi muda yang memperoleh pendidikan dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Injil.

Hal itu dikemukakan dalam sambutannya saat membuka konferensi Klasis GIDI Karubaga ke-XX dengan tema Kembalilah kepada kasih yang mula-mula”, Selasa (14/7/2026).

Gubernur John Tabo mengatakan, banyak pemimpin di tingkat provinsi, kabupaten, kota hingga pemerintah pusat merupakan buah dari pelayanan para penginjil dan orang-orang tua GIDI yang setia membawa kabar baik ke  seluruh pelosok Tanah Papua.

”Hasil penginjilan luar biasa. Hari ini banyak yang memimpin provinsi, kabupaten, kota hingga di pusat. Itu semua adalah hasil karya para orang tua kita dulu,” ujarnya.

Tabo juga mengisahkan perjalanan sejarah masuknya Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) bermula dari Lembah Balim, kemudian berkembang ke Bokondini hingga Karubaga. Dari sinilah tempat peradaban manusia dan pusat penginjilan yang menyebar ke pelosok Papua.

”Melalui kekuatan Injil Firman Tuhan, masyarakat Papua membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik,” tegas John Tabo.

Gubernur Tabo meminta kepada generasi muda, Tolikara memberikan pesan agar tidak membatasi cita-cita hanya menjadi pejabat di daerah, tetapi bagaimana semangat api injil itu  terus dinyalakan.

”Adik-adik harus sekolah tinggi. Dan bermimpi besar menjadi menteri, gubernur, bupati, dan lain-lain, itu baru saya kasih jempol,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta konferensi.

Ia bahkan mengingatkan para orang tua agar menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama bagi anak-anak Tolikara.

”Anak-anak harus disekolahkan. Kalau tidak sekolah, jangan dimanjakan. Pendidikan adalah masa depan mereka,” tegasnya.

John Tabo juga menyampaikan apresiasi kepada bupati Tolikara Wilem Wandik dan wakil bupati Yotam Wonda yang dinilainya tetap kompak dalam menjalankan roda pemerintahan.

”Saya berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Tolikara yang terus menjaga kekompakan dalam membangun daerah,” ucapnya.

Selain itu, gubernur Papua Pegunungan mengajak seluruh warga GIDI untuk menjaga persatuan, menghidupkan kembali semangat kasih, serta terus mendoakan para pemimpin yang sedang mengemban amanah di tingkat provinsi maupun kabupaten kota.

”Saya minta dukungan doa dari orang tua kepada anak-anak rohani yang sedang bekerja di pemerintahan agar tetap diberi hikmat dan kekuatan dalam melayani masyarakat,” kata Tabo.

Gubernur mengungkapkan, ia telah menjabat selama satu tahun tiga bulan sebagai Gubernur Papua Pegunungan. Menurutnya, keberhasilan terbentuknya Provinsi Papua Pegunungan hingga dirinya menjadi gubernur pertama dari Tolikara merupakan jawaban atas doa dan perjuangan panjang keluarga besar GIDI.

”Hari ini anak Tolikara menjadi gubernur pertama di Papua Pegunungan. Semua karena berkat Injil yang menjadi dasar kekuatan kita,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar warga GIDI tidak kehilangan semangat gereja GIDI berkembang sangat pesat, tetapi jangan sampai kita menjadi  sikap yang setengah-setengah, tidak bersemangat, atau kurang antusias.Mari kembali kepada kasih yang mula-mula sebagaimana tema konferensi ini.

”Saya hadir sebagai tokoh dan pencetus pemekaran kabupaten Tolikara dan  buah injil  dan kader gereja GIDIm bukan kujungan resmi dari pemerintah provinsi,” tuturnya lagi.

Pembukaan Konferensi Klasis GIDI di Karubaga dihadiri gubernur Papua Pegunungan Dr. HC John Tabo, MBA SE. didampingi bupati Tolikara Wilem Wandik, S.Sos, wakil bupati Yotam Wonda, SH, M.Si, ketua DPRK Tolikara Meinus Wenda, S.Ip, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Pegunungan dan Kabupaten Tolikara, kepala Bapperida Papua Pegunungan Marthen Kogoya, SH, M.Si, para hamba Tuhan, tokoh masyarakat, serta para kader GIDI yang turut menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung pelayanan gereja.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *