Gubernur Babel: Ada PLTS, Masyarakat Pulau Rengit Kini Nikmati Listrik 24 Jam - lkipartaigolkar

Gubernur Babel: Ada PLTS, Masyarakat Pulau Rengit Kini Nikmati Listrik 24 Jam

Share your love

LKI Golkar – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mengatakan kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) di Pulau Rengit, Kabupaten Belitung, akan memasok listrik 24 jam, sehingga dapat mendorong perekonomian warga di pulau tersebut.

“Dengan hadirnya PLTS ini, energi listrik sudah tersedia selama 24 jam bagi warga di pulau ini,” kata Hidayat Arsani saat menghadiri Launching dan Groundbreaking PLTS 100 GWp secara daring di GEET Technopark Pulau Rengit, Kabupaten Belitung, Selasa (25/8), dilansir dari Antara.

Selama ini, masyarakat Pulau Rengit hanya menikmati listrik 12 jam, yakni pukul 18.00 – 06.00 WIB.

Ia menyambut positif kehadiran GEET dan pengembangan energi bersih di Pulau Rengit, karena manfaat paling nyata dari program ini adalah semakin membuka ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas dan mengembangkan potensi ekonomi.

“Selama ini masyarakat di Pulau Rengit mendapatkan listrik sekitar 12 jam. Dengan hadirnya PLTS ini, listrik dapat tersedia selama 24 jam. Ini tentu sangat membantu masyarakat, dengan investasi kurang lebih Rp15 miliar,” katanya.

Ia berharap Pulau Rengit dapat menjadi contoh pengembangan energi bersih yang dapat direplikasi di pulau-pulau kecil lainnya, khususnya di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

“Ini juga menjadi tempat percontohan bagi pengembangan energi di seluruh Indonesia. Dengan adanya listrik 24 jam, kita berharap aktivitas masyarakat semakin berkembang, investasi masuk, dan potensi ekonomi di Pulau Rengit semakin terbuka,” katanya.

Program di Pulau Rengit menjadi bagian dari agenda nasional PLTS 100 GWp yang dikoordinasikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Bagi Kepulauan Bangka Belitung, Pulau Rengit menjadi gambaran bahwa transisi energi dapat menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. Dari listrik 12 jam menjadi 24 jam, dari pulau yang terbatas aktivitas menjadi pulau dengan peluang ekonomi yang semakin terbuka,” katanya.

Presiden Prabowo Subianto dalam acara peluncuran Program PLTS 100 GWp sekaligus peletakan batu pertama di Gilimanuk, Bali, pada Selasa, mengatakan program tersebut merupakan langkah besar dalam pembangunan energi nasional.

Presiden menargetkan pembangunan kapasitas PLTS sebesar 100 GWp selesai dalam tiga tahun dan berharap dapat terwujud lebih cepat.

Sebagai informasi, rasio elektrifikasi Bangka Belitung telah mencapai 100% pada 2017. Rasio elektrifikasi provinsi kepulauan ini sempat drop menjadi 99,25% pada 2019, namun pulih menjadi 100% di tahun berikutnya. Pada 2023, ketersediaan listrik mencapai 328,43 MW.

Meski rasio elektrifikasi telah mencapai 100%, namun ketersediaan listrik belum mencapai 24 jam khususnya di pulau-pulau kecil.  

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *