
Ekspor Jawa Barat ke Pakistan Tumbuh 22,81 Persen
Share your love
LKI Golkar – Nilai ekspor Jawa Barat ke Pakistan mencapai US$ 242,18 juta selama Januari-Agustus 2026, meningkat 22,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dilansir dari Detik Finance, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan capaian tersebut dalam agenda pertemuan dengan delegasi Pakistan di Menara Bank BJB, Jalan Naripan, Kota Bandung, Minggu (18/10/2026), untuk memperluas pasar internasional bagi produk unggulan daerah.
Menurut data yang disampaikan Erwan, nilai ekspor Jawa Barat ke Pakistan sempat berfluktuasi setelah mencapai US$ 496,17 juta pada 2021. Kinerja perdagangan kemudian kembali meningkat dari US$ 266,96 juta pada 2024 menjadi US$ 322,84 juta pada 2025, atau tumbuh sekitar 20,93 persen secara tahunan.
Erwan menilai peningkatan tersebut membuka peluang untuk memperkuat hubungan perdagangan bilateral. Ia juga menyoroti kapasitas industri manufaktur Jawa Barat, keragaman komoditas ekspor, serta keterlibatan pelaku usaha daerah dalam rantai pasok global.
“Provinsi Jawa Barat memiliki peran strategis dalam perdagangan internasional Indonesia, didukung oleh kapasitas industri manufaktur, diversifikasi komoditas ekspor, serta jaringan pelaku usaha yang terintegrasi dalam rantai pasok global,” ujar Erwan Setiawan, Wakil Gubernur Jawa Barat.
Selama Januari-Agustus 2026, kendaraan beserta bagiannya menjadi komoditas ekspor terbesar Jawa Barat ke Pakistan dengan nilai US$ 82,67 juta. Serat stapel buatan menempati posisi berikutnya dengan nilai US$ 49,48 juta.
Komoditas lain yang turut menyumbang ekspor mencakup kosmetika, besi dan baja, kertas dan karton, mesin mekanis, serta produk farmasi. Menurut Erwan, pertumbuhan perdagangan tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan kinerja ekspor sekaligus memperluas jangkauan produk daerah di Pakistan.
“Pertumbuhan ini memberikan indikasi positif bagi penguatan kinerja ekspor Jawa Barat di pasar Pakistan sekaligus menjadi momentum untuk mengoptimalkan peluang perdagangan bilateral,” ujar Erwan Setiawan, Wakil Gubernur Jawa Barat.
Selain produk manufaktur yang sudah menjadi andalan, Erwan melihat potensi pengembangan pasar untuk produk fesyen, termasuk topi dan pakaian olahraga, beras dari Cianjur, kopi, produk perawatan kulit, serta kerajinan tangan. Pertemuan dengan delegasi Pakistan diharapkan dapat mempertemukan produsen lokal dengan calon pembeli dan memperluas jaringan pemasaran.
“Saya optimistis bahwa sinergi antara pelaku usaha Jawa Barat dan para delegasi Pakistan akan membuka arus perdagangan yang semakin kuat dan saling menguntungkan kedua belah pihak,” tutur Erwan Setiawan, Wakil Gubernur Jawa Barat.
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Islam Pakistan Letjen TNI (Purn) Chandra Warsenanto Sukotjo menilai peluang peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara masih terbuka. Ia menyoroti Preferential Trade Agreement (PTA) yang telah menjadi jalur kerja sama perdagangan serta peluang pengembangan hubungan menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
“Ini merupakan peluang besar bagi kita untuk meningkatkan hubungan ekonomi. Saya berharap kehadiran kami di sini dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujar Chandra Warsenanto Sukotjo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Islam Pakistan.
Chandra juga mendorong pelaku usaha Indonesia dan Pakistan untuk memperkuat komunikasi, menggali informasi mengenai peluang pasar, serta membangun jejaring dengan mitra bisnis. Menurutnya, interaksi langsung dapat membantu membuka kesempatan kerja sama yang lebih luas.
“Kepada rekan-rekan pelaku usaha dari Pakistan, silakan manfaatkan kesempatan ini. Bangun jejaring, ajukan pertanyaan, dan jajaki berbagai peluang kerja sama yang tersedia,” ujar Chandra Warsenanto Sukotjo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Islam Pakistan.
Dalam pertemuan tersebut, Chandra turut menyoroti potensi Jawa Barat dalam industri halal. Ia menilai provinsi tersebut berpeluang menjadi mitra penting bagi pelaku usaha Pakistan dalam perdagangan produk halal dan berbagai komoditas unggulan.
“Sebagai seseorang yang lahir di Jawa Barat, saya sangat bangga bisa berada di sini. Saya berharap malam ini kita dapat terus mengembangkan hubungan baik dengan Pakistan,” ucap Chandra Warsenanto Sukotjo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Islam Pakistan.
Chandra juga menanggapi keraguan sebagian pihak mengenai keamanan Pakistan dengan menyampaikan bahwa komunikasi dan interaksi langsung dapat membantu membangun pemahaman mengenai peluang kerja sama di negara tersebut.



