Dave Laksono : Kunjungan Presiden Prabowo ke Vladivostok dan Penegasan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia - lkipartaigolkar

Dave Laksono : Kunjungan Presiden Prabowo ke Vladivostok dan Penegasan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia

Share your love

LKI Golkar – Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Vladivostok, Rusia, pada 3 September 2026 atas undangan Presiden Vladimir Putin untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 sebagai tamu kehormatan utama. Presiden Prabowo juga bertemu dengan Presiden Putin untuk membahas penguatan hubungan dan kerja sama Indonesia-Rusia.

“Saya mengapresiasi kunjungan Presiden Prabowo ke Vladivostok di tengah situasi geopolitik global yang semakin kompleks. Persaingan kekuatan besar dan ketidakpastian ekonomi global menuntut Indonesia semakin cermat dalam berdiplomasi. Kehadiran Presiden menunjukkan Indonesia tetap aktif bekerja sama dengan berbagai negara tanpa kehilangan kemandirian dalam menentukan kepentingan nasional,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono.

Menurut Dave, kunjungan tersebut juga menegaskan kembali politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tidak bergabung dengan aliansi militer mana pun, tetapi terbuka untuk membangun kerja sama dengan berbagai negara.

“Indonesia tidak memilih kubu. Indonesia memilih kepentingan nasional. Kita dapat bekerja sama dengan Rusia maupun negara lain tanpa terikat pada blok tertentu,” kata Dave.

Penegasan tersebut sejalan dengan hasil pertemuan Prabowo-Putin yang membahas kerja sama ekonomi dan perdagangan. Perdagangan Indonesia-Rusia meningkat 12 persen pada tahun lalu, sementara FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) didorong untuk memperluas akses pasar.

“Diplomasi harus menghasilkan manfaat nyata. FTA dengan EAEU harus menjadi peluang untuk memperluas pasar produk Indonesia dan membuka ruang bagi dunia usaha nasional,” ujar Dave.

Selain perdagangan, kedua negara juga membahas konektivitas, energi, perkapalan, pertanian dan teknologi digital.

Rencana pelayaran dan penerbangan langsung Vladivostok-Indonesia juga menjadi bagian dari pembahasan. Indonesia turut membuka peluang investasi bagi perusahaan Rusia, termasuk di sektor energi, serta mendorong kerja sama antara Danantara dan Russian Direct Investment Fund.

“Diplomasi harus membuka pasar, menarik investasi, memperkuat teknologi, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing Indonesia,” tegas Dave.

Dave menilai penguatan hubungan dengan Rusia bukan perubahan arah politik luar negeri Indonesia, tetapi bagian dari upaya memperluas kerja sama dan kemitraan strategis.

“Kita tidak perlu meninggalkan satu negara untuk mendekati negara lain. Yang penting, Indonesia dapat bekerja sama dengan berbagai negara dan memastikan manfaatnya bagi kepentingan nasional. Politik luar negeri bebas dan aktif berarti Indonesia menentukan sikapnya sendiri, sekaligus terus hadir dalam mencari solusi atas berbagai persoalan global,” tutup Dave.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *