
Bupati Cen Sui Lan Serahkan Bonus Juara MTQ XII Kepri dan Godok Strategi Menuju MTQ 2028
Share your love
LKI Golkar – Pemerintah Kabupaten Natuna tak hanya merayakan prestasi, tetapi langsung tancap gas menyusun peta jalan pembinaan. Di hari yang sama dengan penyerahan bonus bagi para kafilah juara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XII Provinsi Kepulauan Riau 2026, Bupati Cen Sui Lan memimpin langsung rapat evaluasi menyusun strategi besar menatap MTQ 2028.
Suasana Ruang Kerja Bupati di lantai II Bukit Arai terasa berbeda pagi itu. Didampingi Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Asisten I, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, serta Kepala Kantor Kementerian Agama, Bupati Cen Sui Lan menyambut para perwakilan juara dengan hangat. Bonus diberikan secara simbolis sebagai bentuk apresiasi nyata atas perjuangan kafilah yang berhasil membawa nama Natuna bertengger di posisi empat besar—capaian terbaik yang patut disyukuri.
Namun, selepas tepuk tangan mereda, nada pertemuan berubah menjadi serius dan taktis. Rapat evaluasi digelar sebagai fondasi penyusunan strategi pembinaan. Di hadapan para pemangku kepentingan, Bupati Cen Sui Lan menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar garis finis, melainkan titik awal transformasi pembinaan.
“Kita tidak boleh lagi hanya sibuk menjelang MTQ. Pembinaan harus berkelanjutan, mulai dari penjaringan bibit sejak dini. Sekolah-sekolah adalah lumbung potensi yang harus kita garap serius,” ujar Bupati.
Komitmen itu diwujudkan dengan sistem seleksi yang lebih inklusif. Bagi peserta di wilayah kepulauan dan daerah terjauh, proses penjaringan akan dilakukan secara daring melalui Zoom. Sementara untuk peserta di daratan, seleksi tatap muka langsung digelar. Langkah ini memastikan tak ada lagi anak berbakat yang terlewat hanya karena hambatan geografis.
Strategi kedua yang disorot adalah efisiensi dan efektivitas pembinaan. Bupati Cen Sui Lan mendorong agar lebih banyak pelatih dan dewan hakim dari luar daerah didatangkan langsung ke Natuna. Selain menekan biaya besar pengiriman peserta ke luar, pola ini memungkinkan transfer ilmu yang lebih masif kepada peserta dan para pembina lokal.
“Kita ingin dewan hakim tidak hanya menilai, tapi juga membina. Pengetahuan mereka harus menular, sehingga kapasitas pembina di Natuna ikut naik kelas,” tambahnya.
Perhatian khusus juga diberikan pada cabang kaligrafi yang menjadi salah satu penyumbang prestasi di MTQ XII Kepri. Bupati berharap jumlah peserta berprestasi di cabang ini bisa bertambah pada MTQ berikutnya melalui pembinaan yang lebih matang dan terencana.
Menutup sesi, Bupati Cen Sui Lan mengajak seluruh pihak—Pemerintah Daerah, Kementerian Agama, LPTQ, para pembina, hingga masyarakat—untuk bekerja lebih serius mempersiapkan kafilah menuju MTQ Kepri 2028. “Dengan pembinaan intensif, terukur, dan berkelanjutan, kita optimistis bukan hanya mempertahankan posisi, tetapi juga meningkatkan prestasi Natuna ke level yang lebih tinggi,” pungkasnya penuh keyakinan.
Pertemuan yang berlangsung produktif ini menjadi bukti bahwa bonus bukan sekadar angka, melainkan pemantik semangat baru. Kini, Natuna tak hanya menatap piala, tetapi membangun ekosistem Qur’ani yang kokoh untuk generasi mendatang.



