
Bupati Cen Sui Lan: Pasar JICA Harus Jadi Pintu Hasil Laut Natuna ke Pasar yang Lebih Luas
Share your love
LKI Golkar – Pembangunan Pasar JICA di Kabupaten Natuna diproyeksikan bukan sekadar menambah deretan bangunan baru. Lebih dari itu, pasar ini diharapkan menjadi pengungkit ekonomi rakyat, terutama untuk mengangkat sektor perikanan yang menjadi nadi utama daerah kepulauan terluar ini.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menegaskan Pasar JICA harus mampu menjawab dua kebutuhan sekaligus: menjadi pusat perdagangan yang modern dan menjadi rumah bagi penguatan rantai pasok perikanan Natuna.
“Kalau sudah selesai semua, mungkin kalau ada penambahan waktu sedikit wajar-wajarlah. Kita mau membuat gedung pengelola setelah selesai semua, sehingga bisa difungsikan dengan baik,” ujar Cen Sui Lan.
Pembangunan gedung pengelola itu menjadi kunci. Pemkab Natuna ingin memastikan, setelah fisik pasar rampung 100 persen, operasionalnya langsung berjalan optimal, tertata, dan profesional, bukan sekadar menjadi bangunan kosong.
Pemkab Natuna juga mulai menyiapkan skenario peresmian. Mengingat Pasar JICA merupakan proyek hibah dari Pemerintah Jepang, peresmiannya direncanakan akan mengundang langsung perwakilan pemerintah pusat dan pihak Jepang.
Cen Sui Lan berharap Menteri terkait, Wakil Menteri Luar Negeri RI, hingga Duta Besar Jepang untuk Indonesia bisa hadir langsung di Natuna.
Bagi Natuna, proyek ini bukan proyek biasa. Ini adalah buah dari perjuangan panjang.
“Alhamdulillah, ini luar biasa. Kita mendapat hibah dari Jepang setelah berkali-kali gagal, akhirnya bisa kita dapat. Tentunya ini juga didukung oleh semua pihak,” ungkapnya.
Harapan besar ditumpukan pada Pasar JICA. Dengan luas laut Natuna yang mencapai 99 persen dari total wilayahnya, potensi perikanannya sangat melimpah. Selama ini, tantangan terbesar nelayan adalah fasilitas pengelolaan dan pemasaran pasca-tangkap.
Pasar ini ditargetkan menjadi simpul ekonomi baru, tempat hasil tangkapan nelayan dikelola dengan lebih baik, memiliki nilai tambah, dan memiliki akses yang lebih luas ke pasar nasional bahkan internasional.
Bagi Natuna, pasar memiliki makna yang berbeda. Pasar bukan hanya tempat bertemunya penjual dan pembeli. Di daerah kepulauan, pasar adalah pintu gerbang. Pintu bagi keringat nelayan untuk diubah menjadi kesejahteraan, dan pintu bagi hasil laut Natuna untuk berlayar menuju pasar yang lebih luas.



