
Buka Akses Perbatasan, Bupati Natuna Cen Sui Lan Temui Wamendagri Bima Arya Dorong Kerja Sama Sister City Hainan
Share your love
LKI Golkar – Pemerintah Kabupaten Natuna terus bergerak aktif membuka keterisolasian wilayah dan memperkuat konektivitas daerah dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Langkah strategis ini ditegaskan Bupati Natuna, Cen Sui Lan, saat menggelar pertemuan dan koordinasi langsung dengan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto.
Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan dukungan pemerintah pusat terhadap agenda pembangunan daerah terdepan, khususnya dalam menjawab tantangan geografis Natuna sebagai kawasan perbatasan negara.
“Letak geografis Natuna memberikan posisi yang sangat strategis bagi Indonesia. Namun, karakter wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam membangun konektivitas. Keterbukaan akses adalah kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Cen Sui Lan.
Salah satu gagasan terobosan yang disorongkan Pemkab Natuna dalam perluasan jejaring internasional adalah rencana pengembangan kerja sama Sister City (kota kembar) dengan Provinsi Hainan, Tiongkok.
Melalui skema Sister City, Natuna menargetkan pembukaan pintu bagi investasi luar negeri, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk menembus pasar global.
Sejumlah sektor strategis yang disiapkan meliputi:
– Perdagangan & Investasi
– Pariwisata Bahari
– Kelautan & Perikanan
– Pendidikan & Pertukaran Teknologi
Kemitraan antardaerah ini diharapkan tidak hanya mendorong ekspor produk unggulan Natuna, tetapi juga membuka peluang pertukaran pengetahuan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Cen Sui Lan menekankan bahwa pembangunan kawasan perbatasan negara tidak boleh hanya dipandang dari kacamata pertahanan dan keamanan (security approach). Menurutnya, pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) harus berjalan seiring demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Pembangunan kawasan perbatasan harus berorientasi pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan akses yang makin terbuka, Natuna tidak hanya menjadi benteng terdepan secara geografis, tetapi juga tumbuh sebagai pusat ekonomi yang produktif dan berdaya saing,” tegasnya.
Melalui sinergi bersama Kementerian Dalam Negeri dan dukungan penuh pemerintah pusat, Pemkab Natuna optimistis penguatan konektivitas dan kerja sama internasional ini akan mengakselerasi pembangunan daerah tanpa mengesampingkan kedaulatan serta kehadiran negara di wilayah perbatasan.



