
BBM dan LPG Aman, Bahlil Pastikan Cadangan Energi Nasional di Atas Standar Minimum
Share your love
LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memastikan cadangan energi nasional Indonesia dalam kondisi aman dan berada di atas standar minimum nasional, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global yang masih berlangsung. Menurut Bahlil, seluruh kebutuhan energi utama seperti solar, bensin, avtur, gas, hingga LPG saat ini dipastikan mencukupi untuk kebutuhan nasional.
“Sekalipun ketegangan geopolitik belum tahu kapan selesai, kita bersyukur atas petunjuk Presiden, cadangan BBM kita semua di atas standar minimum nasional,” tegas Bahlil dalam konferensi pers melalu laman youtube sekretariat presiden, Selasa (31/3/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa implementasi program B50 berpotensi membuat Indonesia mengalami surplus solar, terlebih setelah proyek RDMP Balikpapan beroperasi penuh. Ini menjadi kabar baik bagi ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor. Di sisi lain, Bahlil memastikan pemerintah belum melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi per 1 April 2026, termasuk untuk jenis solar berkualitas tinggi seperti Pertamina Dex.
Meski demikian, evaluasi tetap akan dilakukan mengikuti fluktuasi harga minyak dunia dan perkembangan geopolitik internasional. Pemerintah juga menjamin pasokan minyak dan LPG tetap aman, setelah Indonesia berhasil mendapatkan sumber pengganti impor yang sebelumnya berasal dari Timur Tengah.
Langkah ini dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas energi nasional di tengah meningkatnya tensi global, termasuk di kawasan Timur Tengah. Selain itu, Bahlil menegaskan aturan pembelian BBM maksimal 50 liter per hari tidak berlaku bagi kendaraan angkutan barang maupun transportasi umum, sehingga distribusi logistik tetap berjalan normal. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah fokus menjaga stabilitas harga energi, ketahanan stok nasional, dan keamanan pasokan BBM serta LPG bagi masyarakat.



