
Korban Jiwa Latsarmil Koperasi Merah Putih, Komisi I DPR Dukung Evaluasi Total
Share your love
LKI Golkar – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan dukungan penuh terhadap langkah evaluasi menyeluruh terkait pelatihan calon manajer Koperasi Desa (Kopdes).
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang belakangan menjadi sorotan setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia.
Dave menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya para peserta. Ia menegaskan, tragedi memilukan ini harus dijadikan momentum krusial untuk memperkuat standar pelatihan, terutama dalam aspek keselamatan.
“Peristiwa ini merupakan kehilangan yang mendalam bagi kita semua, sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan peserta harus senantiasa ditempatkan sebagai prioritas utama,” ujar Dave kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).
Politisi Partai Golkar ini menilai, insiden tersebut perlu dibedah secara total agar kurikulum, metode pelatihan, hingga prosedur keselamatan di lapangan dapat diperkuat. Langkah ini penting dilakukan guna memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan.
Apresiasi Langkah Cepat Kemhan
Di sisi lain, Dave memberikan apresiasi atas langkah evaluasi yang kini tengah disiapkan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan). Rencana evaluasi tersebut mencakup penguatan seleksi kesehatan peserta, deteksi dini kondisi medis, hingga peningkatan peran tenaga kesehatan di lokasi pelatihan.
Selain itu, Kemhan juga akan menelusuri peserta lain yang mengalami keluhan serupa serta menyempurnakan prosedur kesehatan di seluruh satuan pendidikan.
“Upaya tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menjadikan pelatihan lebih aman, tertib, dan tetap bermanfaat bagi para peserta,” tutur Dave.
Ke depan, Komisi I DPR RI memastikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya agar pelaksanaan program strategis pemerintah ini dapat berjalan profesional, akuntabel, dan tetap mengutamakan keselamatan jiwa manusia.
Menurut Dave, evaluasi konstruktif ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pembinaan sumber daya manusia (SDM) nasional tanpa harus mengorbankan tujuan utama dari program itu sendiri.
Alasan Kemhan Terapkan Latihan Militer
Kasus meninggalnya lima calon manajer KDKMP serta Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti latihan dasar militer (Latsarmil) memang memicu perhatian khusus dari berbagai pihak. Merespons hal tersebut, Kementerian Pertahanan membeberkan alasan di balik kewajiban Latsarmil ini.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menjelaskan bahwa Latsarmil diberlakukan agar para calon manajer memiliki tingkat disiplin yang tinggi serta mental yang kuat untuk bekerja di bawah tekanan.
“Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Ketut saat menggelar jumpa pers di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).
Jenderal bintang dua ini memaparkan, ragam kemampuan tersebut mutlak dimiliki oleh para calon manajer. Sebab, setelah lulus nanti, mereka akan memegang tanggung jawab besar dalam mengelola perputaran uang rakyat melalui jaringan koperasi.
Dengan jiwa kepemimpinan dan profesionalisme yang tertempa kuat, koperasi yang mereka nakhodai diharapkan mampu menjadi pilar utama penyangga kekuatan perekonomian rakyat di wilayah pedesaan.



