
Tekan Impor LPG, Bahlil Resmikan Pabrik Mini LNG Tuban
Share your love
LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan fasilitas pengolahan gas baru di Tuban, Jawa Timur, yang diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG).
Fasilitas Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Plant yang dioperasikan oleh PT Sumber Aneka Gas (SAG) tersebut dirancang untuk mengolah cadangan gas domestik secara langsung guna memenuhi kebutuhan sektor industri dan komersial.
“Fasilitas ini akan secara langsung mengurangi ketergantungan kita terhadap impor. Impor yang selama ini kita lakukan dapat ditekan dengan mengalihkan produksi ke dalam negeri,” ujar Bahlil usai peresmian fasilitas tersebut, Kamis (26/6).
Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi LPG Indonesia mencapai lebih dari 8,5 juta metrik ton (MT) per tahun.
Sementara itu, produksi nasional baru sekitar 1,91 juta MT, sehingga Indonesia masih harus mengimpor sekitar 7,47 juta MT untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Pabrik milik PT SAG tersebut memiliki kapasitas produksi maksimum 55.300 ton LNG per tahun, didukung infrastruktur tangki penyimpanan berkapasitas 1.600 ton yang dirancang untuk mendukung distribusi melalui jalur transportasi darat.
Selain LNG, fasilitas ini juga mampu memproduksi sekitar 9.800 ton LPG per tahun, 19.600 barel kondensat gas per tahun, serta 21.000 ton karbon dioksida (CO₂) cair per tahun.
Pabrik mini LNG tersebut juga memiliki kemampuan memproduksi compressed natural gas (CNG) dengan kapasitas mencapai 6 juta kaki kubik standar per hari (MMscfd).
Bahlil memastikan seluruh produksi dari fasilitas di Tuban akan diserap oleh sektor industri di Jawa Timur sehingga dapat menjamin pasokan energi bagi pelaku industri di wilayah tersebut.
“Keberadaan pabrik ini sangat bermanfaat bagi industri lokal karena memberikan kepastian jangka panjang terhadap pasokan bahan baku yang mereka butuhkan,” ujarnya.
Bahlil juga menegaskan pemerintah akan terus mendukung pembangunan infrastruktur strategis mini LNG sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Menurut Kementerian ESDM, pengembangan fasilitas mini LNG di berbagai daerah menjadi langkah penting untuk meningkatkan ketahanan energi, memperkuat daya saing industri regional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.



