
Kasus Penyekapan YTR Jadi Alarm, Wagub Jabar Dorong Pendataan Pendatang Lebih Ketat
Share your love
LKI Golkar – Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, merespons kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan yang menimpa YTR.
Erwan meminta agar proses hukum berjalan seadil-adilnya dan mendesak aparat kewilayahan untuk memperketat pengawasan terhadap warga pendatang baru guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali.
Erwan menyatakan prihatin terhadap penderitaan yang dialami korban. Ia memahami kemarahan masyarakat dan turut merasakan empati yang sama agar pelaku mendapatkan balasan setimpal. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa seluruh pihak harus menghormati koridor hukum yang sedang berjalan di kepolisian.
“Kita serahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Kalau melihat keinginan masyarakat, samalah, saya juga sebagai manusia ingin dia merasakan apa yang dirasakan korban. Tetapi kan hukum berbicara lain. Ya kita hormati saja bagaimana proses hukum ini dengan baik, saya berharap pelaku ini mendapat hukuman yang sangat setimpal sehingga tidak ada lagi kejadian seperti itu terulang,” ujar Erwan, Kamis 25 Juni 2026.
Erwan mengimbau agar seluruh aparat kewilayahan lebih proaktif, selektif, dan waspada dengan kehadiran warga asing atau pendatang yang berniat menetap, baik di rumah kontrakan atau rumah kos.
“Apabila ada warga yang tak dikenal, apalagi mau menetap, baik itu kos, kontrak, dan lain sebagainya, itu harus dicek keabsahan identitasnya. Kalau mengaku suami istri, dicek surat nikahnya. Kalau dia sendiri harus dicek keabsahan identitas KTP-nya,” katanya



