
Legislator Golkar Judistira Dorong Sosialisasi Masif Gerakan Pilah Sampah Lewat Medsos, TV dan Influencer
Share your love
LKI Golkar – Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggencarkan sosialisasi gerakan pilah sampah dari rumah kepada masyarakat melalui media sosial, televisi, hingga melibatkan influencer untuk menjangkau generasi muda.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta itu mengatakan, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah di Jakarta.
Karena itu, edukasi tentang cara memilah sampah harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan.
“Ini perlu dimasifkan, salah satunya melalui media sosial dan juga TV. Apa yang menjadi kewajiban dan apa permintaan dari pemerintah kepada masyarakat untuk mendukung tata kelola pengelolaan sampah di DKI Jakarta, yaitu pemilahan sampah,” kata Judistira kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, masyarakat perlu diberikan pemahaman yang sederhana dan mudah dipraktikkan mengenai pemisahan sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah tangga.
Judistira menilai selama ini pesan pemerintah terkait sampah masih terbatas pada imbauan “buang sampah pada tempatnya”.
Padahal, kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang semakin terbebani menuntut perubahan pola pikir masyarakat untuk mulai mengurangi sampah dari sumbernya.
“Sekarang tidak cukup hanya membuang sampah pada tempatnya. Kita harus memilah sampah dari rumah agar beban Bantargebang berkurang,” ujarnya.
Selain media konvensional, Anggota Komisi D itu juga mengusulkan pelibatan influencer dan pegiat lingkungan untuk mengampanyekan gerakan pilah sampah agar lebih dekat dengan kalangan anak muda.
“Kita perlu melibatkan influencer anak-anak muda DKI Jakarta untuk memassifkan ini melalui media sosial,” ucapnya.
Ia juga menyoroti bahwa edukasi tidak hanya menyasar anggota keluarga, tetapi juga asisten rumah tangga (ART) yang sehari-hari banyak berperan dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Menurut Judistira, semakin luas jangkauan sosialisasi, semakin besar peluang masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah.
“Menarik juga tadi disampaikan, “ini buang sampah, ART-nya bagaimana?” Nah ini juga perlu disasar. Jadi melalui media sosial dan TV, supaya benar-benar Jakarta bisa mengelola sampahnya sendiri,” tukasnya



