Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Launching Siber Sehat NTT, Gubernur Laka Lena Sebut Judol dan Pinjol Mirip Narkoba, Masyarakat Diminta Jangan Coba-Coba – lkipartaigolkar

Launching Siber Sehat NTT, Gubernur Laka Lena Sebut Judol dan Pinjol Mirip Narkoba, Masyarakat Diminta Jangan Coba-Coba

Share your love

LKI Golkar – Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba judi online (judol) maupun pinjaman online ilegal (pinjol) karena dinilai memiliki dampak yang sangat berbahaya dan dapat merusak kehidupan masyarakat.

Peringatan itu disampaikan Melki Laka Lena saat menghadiri launching Program Siber Sehat NTT di arena Car Free Day (CFD), Sabtu (9/5/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur NTT menegaskan bahwa judol dan pinjol memiliki pola yang sama seperti narkoba, yakni membuat seseorang ketagihan hingga sulit keluar dari jeratan tersebut.

“Judol dan pinjol itu seperti narkoba. Kalau sekali masuk, sangat susah keluar. Awalnya hanya coba-coba, tetapi lama-lama bisa menghancurkan kehidupan, ekonomi keluarga, bahkan masa depan,” kata Melki.

Ia mengaku hingga kini dirinya tidak pernah sekalipun bermain judi online. Namun, ia menyebut banyak orang yang awalnya hanya penasaran, kemudian akhirnya terjebak dan sulit menghentikan kebiasaan tersebut.

“Saya sendiri tidak pernah main judol. Tapi saya lihat ada teman-teman yang sudah masuk dan akhirnya susah keluar dari lingkaran itu,” ujarnya.

Menurut Melki, maraknya judi online dan pinjaman online ilegal kini menjadi ancaman serius di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan melalui edukasi dan pengawasan.

Ia secara khusus meminta Ketua DPRD NTT, perguruan tinggi, pihak perbankan, koperasi, sekolah hingga organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat literasi digital kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Melki juga meminta Universitas Nusa Cendana (Undana) dan lembaga pendidikan lainnya agar ikut memberikan edukasi mengenai bahaya judol dan pinjol ilegal.

“Saya minta Ketua DPRD NTT, Rektor Undana, para kepala OPD, sekolah-sekolah dan semua pihak ikut memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya judi online dan pinjaman online ilegal,” tegasnya.

Selain Pinjol dan Judol, Gubernur Laka Lena juga mengingatkan tentang bahaya prostitusi Online.

“Anak-anak perempuan jaga agar foto kalian jangan masuk ke situs prostitusi Online,” imbuhnya.

Ia menilai pencegahan harus dilakukan sejak dini agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan instan maupun kemudahan pinjaman, dan prostitusi Online yang justru dapat menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi.

Melalui Program Siber Sehat NTT, Pemerintah Provinsi NTT berharap masyarakat semakin bijak memanfaatkan teknologi digital dan mampu membangun budaya internet sehat di lingkungan keluarga maupun dunia pendidikan.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *