
Mental Maling Jadi Kendala Pengawasan BBM Bersubsidi, Bambang Patijaya Dukung Pembentukan Satgas
Share your love
LKI Golkar – Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menyoroti celah penyelewengan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang memanfaatkan sistem barcode. Praktik curang ini ditengarai masih marak terjadi meski pengawasan digital serta kamera pengawas (CCTV) telah diterapkan di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
“Yang penting itu kan kekonsistenan. Barcode-nya apakah berfungsi? Berfungsi. Tetapi ingat ketika sistem dijalankan orang berpikir bagaimana untuk mengakali sistem tersebut,” papar Bambang di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Modus pelanggaran yang ditemukan berupa praktik pengumpulan barcode oleh oknum tertentu. Data tersebut kemudian digunakan secara massal untuk membeli BBM bersubsidi di luar jam operasional resmi. Fenomena ini membuktikan bahwa secanggih apa pun teknologi, penerapannya tidak akan optimal tanpa adanya integritas pelaksana di lapangan.
“Jadi sekali lagi sistem sudah dibuat, digitalisasi sudah dijalankan. Yang penting itu adalah kekonsistenan dan niatan baik untuk menjalankan itu semua. Kalau masih mental-mental ‘maling’ ya repot,” tegasnya.
Terkait urgensi pembentukan satuan tugas (Satgas) BBM, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada kajian teknis. Komisi XII DPR RI siap mendukung penuh inisiatif tersebut apabila terbukti efektif memberikan sanksi bagi para pelaku penyelewengan.
“Terkait dengan pembentukan Satgas dan sebagainya saya pikir silakanlah dikaji. Kalau bagi saya melihat dari sistem yang sekarang sebenarnya sudah bisa kok. Yang paling penting itu kekonsistenan kita di dalam menjalankan pengawasan dan kalau memang dirasa perlu ya kadang-kadang kita memang perlu membuat suatu efek jera,” urainya



