
Launching Bantuan Pangan, Cen Sui Lan: Penerima di Natuna Naik 89 Persen
Share your love
LKI Golkar – Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan di daerah, termasuk di wilayah perbatasan. Hal ini ditandai dengan kegiatan launching penyerahan bantuan pangan untuk alokasi Februari hingga Maret 2026 yang digelar di Komplek Pergudangan Bulog Ranai, Sabtu (4/4/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Cen Sui Lan menegaskan bahwa peningkatan jumlah penerima bantuan pangan menjadi perhatian serius pemerintah daerah, sekaligus menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat yang harus direspons dengan cepat dan tepat.
“Peningkatan jumlah penerima ini harus kita sikapi dengan serius. Artinya, negara harus hadir memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, terutama di wilayah perbatasan seperti Natuna,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penyaluran bantuan yang tepat sasaran agar benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kami di pemerintah daerah akan terus mengawal agar bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar membantu masyarakat,” tegasnya.
Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
Dalam laporannya, Pimpinan Cabang Bulog Ranai, Pencius Siburian, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan mengacu pada data Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari Kementerian Sosial RI berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Untuk alokasi Februari hingga Maret 2026, jumlah penerima bantuan di Kabupaten Natuna mengalami peningkatan signifikan, dari 3.868 PBP menjadi 7.321 PBP atau naik sebesar 89,27 persen.
“Peningkatan ini menunjukkan adanya perluasan cakupan penerima manfaat sesuai dengan pemutakhiran data sosial ekonomi nasional,” jelasnya.
Setiap penerima bantuan memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, yang merupakan akumulasi bantuan selama dua bulan penyaluran.
Pada kegiatan launching secara simbolis, Bulog Ranai menghadirkan 100 PBP dari Kelurahan Bandarsyah, dari total 325 penerima di wilayah tersebut.
Pencius menegaskan, program ini tidak hanya bertujuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga menjadi wujud kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan rakyat.
“Ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi ekonomi yang dinamis,” ujarnya.
Selain penyaluran bantuan, Bulog juga tengah merencanakan pembangunan gudang baru di tiga lokasi strategis, yakni Pulau Serasan, Pulau Midai, dan Pulau Laut. Lahan untuk pembangunan tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Natuna.
Saat ini, rencana pembangunan masih dalam tahap kajian akademis dan ditargetkan dapat memasuki tahap peletakan batu pertama pada tahun ini.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dalam sambutannya menyampaikan bahwa total PBP di Provinsi Kepulauan Riau mencapai 143.034 orang.
Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur serta mendoakan pemerintah agar terus mampu menjalankan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Ansar juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai ketakwaan pasca Ramadan, sekaligus mengajak masyarakat untuk mendukung gerakan “Stop Boros Pangan”.
“Kita harus bijak dalam mengonsumsi, tidak berlebihan, dan menyesuaikan dengan kebutuhan. Ini bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ansar memaparkan sejumlah program pembangunan yang tengah dan akan dilaksanakan di Natuna. Di antaranya program peremajaan kelapa seluas 500 hektar dari Kementerian Pertanian, yang mencakup bantuan bibit, pembersihan lahan, pupuk, hingga kebutuhan pendukung lainnya.
Program tersebut merupakan hasil koordinasi intensif Pemerintah Kabupaten Natuna dengan pemerintah pusat melalui berbagai kunjungan kerja.
Selain sektor pertanian, pemerintah juga mendorong pengembangan sektor peternakan, khususnya sapi, sebagai upaya diversifikasi ekonomi masyarakat.
Di bidang infrastruktur, setelah peresmian Jembatan Semala di Kecamatan Bunguran Utara pada Jumat (3/4/2026), pemerintah juga merencanakan pembangunan jembatan di Desa Pian Tengah serta pelabuhan apung (HDPE) di Selat Lampa.
Tak hanya itu, program perlindungan sosial juga terus diperluas, termasuk pemberian BPJS Ketenagakerjaan bagi 41.000 nelayan dan 9.047 petani di Provinsi Kepulauan Riau setiap bulan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Ketua BKOW Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang, Wakil Bupati Natuna, anggota DPRD Provinsi Kepri, jajaran OPD provinsi dan kabupaten, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Natuna.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penyaluran bantuan pangan dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan seperti Natuna.



