
Pimpin Apel Pasca-Lebaran, Wali Kota Cirebon: Perumda Air Minum Adalah Rumah Kedua bagi Pelayan Publik
Share your love
LKI Golkar – Mengawali hari pertama kerja setelah cuti bersama Idulfitri 1447 H, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melakukan kunjungan kerja sekaligus memimpin apel pagi di lingkungan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Rabu (25/3/2026). Momentum ini menjadi spesial karena dirangkaikan dengan agenda halalbihalal serta pelepasan masa purna tugas Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Sofyan Satari.
Di hadapan ratusan pegawai yang memadati lapangan apel, Wali Kota menyampaikan pesan menyentuh mengenai etos kerja dan rasa memiliki. Ia menekankan bahwa lingkungan kerja seharusnya tidak hanya dipandang sebagai tempat mencari nafkah secara transaksional, melainkan sebagai “rumah kedua” yang harus dijaga marwah dan keberlangsungannya.
“Saya ingin setiap tetes keringat dan waktu yang kita habiskan di sini membuahkan hasil yang nyata. Ingat, kantor ini adalah rumah kita yang kedua. Mengingat sebagian besar waktu kita dari pagi hingga sore dihabiskan di sini, maka selayaknya rumah, semuanya harus dikelola bersama-sama,” ujar Effendi Edo dalam arahannya.
Ia menambahkan bahwa fondasi utama dalam memberikan pelayanan air bersih yang optimal adalah kerja kolektif. Menurutnya, tidak boleh ada ego sektoral atau individu yang merasa bekerja sendirian, karena setiap kontribusi sekecil apa pun akan berdampak pada kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
Apresiasi dan Estafet Kepemimpinan
Apel pagi tersebut juga menjadi momen perpisahan bagi Sofyan Satari, atau yang akrab disapa Opang, yang resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Direktur Utama. Wali Kota memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan berbagai terobosan yang telah dicapai Opang selama memimpin perusahaan daerah tersebut.
Wali Kota menegaskan bahwa transisi kepemimpinan di momen Lebaran ini merupakan waktu yang sangat tepat untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus saling memaafkan. Ia pun menitipkan pesan kuat bagi siapa pun yang nantinya akan mengisi kursi direksi baru untuk meneruskan estafet pembangunan tanpa memutus program-program yang sudah berjalan baik.
“Siapa pun direksi baru nantinya, tugas besarnya adalah memastikan program yang sudah berjalan tetap diteruskan dan melakukan akselerasi. Ada banyak PR yang harus diselesaikan demi memastikan masyarakat Kota Cirebon menikmati pelayanan air bersih yang lebih berkualitas dari waktu ke waktu,” tegas Wali Kota.
Pesan Haru dari Sang Direktur Utama
Di tempat yang sama, Sofyan Satari tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menyampaikan kata pamit. Baginya, memimpin Perumda Air Minum Tirta Giri Nata adalah sebuah perjalanan pengabdian yang penuh makna. Ia mengakui bahwa selama masa kepemimpinannya masih terdapat beberapa target yang perlu disempurnakan oleh penerusnya.
“Kami bangga telah menjadi bagian dari keluarga besar Pemerintah Kota Cirebon. Kami sadar masih banyak kekurangan, oleh sebab itu kami mohon maaf. Harapannya, hal-hal baik yang sudah ada terus dipertahankan, yang kurang diperbaiki, dan yang tidak efektif lebih baik ditinggalkan untuk mencari jalan baru yang lebih progresif,” ungkap Sofyan.
Ia juga berpesan kepada seluruh jajaran pegawai agar tetap konsisten menjalankan Rencana Bisnis Perusahaan serta Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang telah ditetapkan. Kedisiplinan dalam menjalankan rencana kerja, menurut Sofyan, adalah kunci utama agar eksistensi perusahaan tetap kokoh di masa depan.
Acara ditutup dengan sesi bersalam-salaman yang penuh suasana kekeluargaan. Halalbihalal ini menjadi simbol penguatan sinergi antara Pemerintah Kota Cirebon dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk memacu kembali semangat melayani masyarakat setelah libur panjang.



