
Stok BBM Masih Terbatas di SPBU Swasta, Bahlil Angkat Bicara
Share your love
LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespon isu perihal adanya badan usaha swasta yang bergerak pada bisnis SPBU, yang hingga kini kabarnya belum memiliki stok bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait peran pemerintah dalam memastikan ketersediaan BBM secara merata, termasuk bagi pelaku usaha swasta.
Menanggapi hal tersebut, Bahlil menegaskan, kehadiran negara tidak ditujukan untuk mengurus kepentingan kelompok atau perusahaan tertentu saja, melainkan memastikan stabilitas dan ketersediaan energi bagi seluruh masyarakat.
“Saya tidak bicara orang per orang (perusahaan SPBU swasta), negara itu hadir bukan mengurus satu kelompok satu kelompok. Negara itu hadir untuk mengurus semuanya,” ungkap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip pada Rabu (18/3/2026).
Ia melanjutkan, Pemerintah juga membuka ruang bagi para pelaku usaha, termasuk SPBU swasta, untuk mengambil langkah mandiri untuk menjaga kelangsungan operasional mereka.
Salah satunya adalah dengan menjalin kerja sama atau kolaborasi dengan badan usaha lain yang memiliki kapasitas pasokan BBM.
“Bagi kelompok-kelompok yang ingin untuk tetap survive dan punya stok, silakan berkolaborasi dengan badan-badan usaha lain,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat SPBU swasta yang hingga kini terlihat belum memiliki stok untuk berjualan. Adapun SPBU swasta yang dimaksud adalah Shell.



