
DPR Apresiasi ESDM Jaga Harga BBM Saat Minyak Dunia Bergejolak
Share your love
LKI Golkar – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengapresiasi langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menjaga stabilitas harga dan pasokan energi nasional di tengah gejolak harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik global.
Apresiasi tersebut disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Jamaludin Malik yang menilai langkah pemerintah penting untuk menjaga ketenangan masyarakat sekaligus memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan menjelang Ramadhan dan Idulfitri.
“Kami di Komisi XII DPR RI mendukung langkah pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional,” ujar Jamaludin Malik di Jakarta, melalui keterangan pers, Kamis (5/3/2026).
“Upaya antisipatif seperti ini penting agar masyarakat tetap merasa tenang di tengah dinamika geopolitik global yang berkembang.”
Jamaludin menilai upaya pemerintah dalam memastikan ketersediaan energi nasional patut diapresiasi, terutama karena stok bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini masih berada pada kisaran sekitar tiga pekan. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan sistem pasokan energi nasional masih dalam kondisi terjaga.
Harga BBM subsidi dijaga stabil Pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat meskipun harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan. BBM subsidi yang dimaksud yakni Pertalite dan Biosolar.
Saat ini harga Pertalite ditetapkan sebesar Rp 10.000 per liter, sementara Biosolar sebesar Rp 6.800 per liter. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengubah harga BBM subsidi setidaknya hingga perayaan Idulfitri.
“Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa. Sekalipun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Namun, untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax dan sejenisnya, penyesuaian harga tetap mengikuti mekanisme pasar sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022.
Bahlil juga memastikan bahwa ketersediaan energi nasional dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri, termasuk pasokan elpiji.
“Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri, insyaallah semua aman, termasuk dengan elpiji,” kata Bahlil.
“Jadi enggak perlu ada keraguan sekalipun memang terjadi dinamika global di Iran dan Israel.”
Meski demikian, Jamaludin menilai penguatan ketahanan energi nasional tetap perlu menjadi perhatian bersama. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas cadangan energi nasional agar Indonesia memiliki ruang antisipasi yang lebih kuat dalam menghadapi potensi gangguan pasokan energi global.
Menurutnya, pengembangan infrastruktur penyimpanan energi atau storage dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem cadangan energi nasional dalam jangka menengah dan panjang. Legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah II itu juga berharap koordinasi antara pemerintah, BUMN energi, serta seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar sistem pasokan energi nasional semakin tangguh menghadapi dinamika global.
Harga minyak dunia melampaui asumsi APBN
Gejolak energi global terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Situasi tersebut memicu fluktuasi harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah berjangka Brent saat ini berada di level 83,62 dollar AS per barrel atau sekitar Rp 1.306.563 per barrel dengan asumsi kurs Rp 15.625 per dollar AS.
Angka tersebut jauh di atas asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar 70 dollar AS per barrel atau sekitar Rp 1.093.750 per barrel.
Pemerintah menyatakan akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga hingga masa libur Lebaran usai guna memastikan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan lancar.



