
Dave Laksono: Keprihatinan Malaysia Wajar, Indonesia Serius Menangani Karhutla dan Mengedepankan Diplomas
Share your love
LKI Golkar – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menanggapi pernyataan anggota parlemen Malaysia, Kalam Salan, yang mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Dave, kekhawatiran terhadap dampak kabut asap lintas batas merupakan hal yang wajar, tetapi harus disikapi secara objektif dan berdasarkan data.
“Kami memahami bahwa kabut asap dirasakan oleh masyarakat di kedua negara, termasuk masyarakat Indonesia yang paling terdampak. Karena itu, kami menghargai kepedulian yang disampaikan dan tidak menganggap persoalan ini sebagai hal yang sepele,” ujar Dave.
Dave menegaskan bahwa pemerintah menangani karhutla secara serius. TNI telah dikerahkan untuk mendukung penanganan di lapangan, sementara kerja sama internasional juga terus dilakukan, termasuk pemanfaatan tiga helikopter CH-47 Chinook bantuan Jepang untuk operasi water bombing di Kalimantan. Ia menambahkan bahwa upaya pemadaman dan pencegahan berlangsung setiap hari.
Menurut Dave, persoalan karhutla tidak dapat dilihat secara sepihak. Ia merujuk pada laporan Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut yang mencatat adanya sejumlah area konsesi yang terafiliasi dengan entitas dari beberapa negara, termasuk Malaysia dan Singapura, di sekitar titik sumber asap.
Namun, temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan keterlibatan pihak tertentu.
“Keberadaan titik asap di area konsesi menjadi dasar untuk pendalaman lebih lanjut, tetapi belum membuktikan siapa yang menyebabkan kebakaran. Penetapan tanggung jawab harus melalui investigasi dan proses hukum yang objektif oleh otoritas berwenang,” tegasnya.
Terkait bantahan Pemerintah Malaysia atas dugaan keterlibatan perusahaan sawit asal negaranya, Dave menilai sikap tersebut perlu dihormati sekaligus diuji melalui data yang transparan. Ia mendorong pertukaran informasi dan verifikasi bersama agar tidak terjadi saling tuding. Sebagai mitra kerja Kementerian Luar Negeri, Komisi I DPR RI mendorong penguatan komunikasi dengan Malaysia dan Singapura melalui semangat persaudaraan dan kerja sama ASEAN.
Menurut Dave, persoalan kabut asap lintas batas merupakan tantangan bersama yang memerlukan respons kolektif. “Persoalan ini hanya dapat diselesaikan melalui kerja sama, bukan saling menyalahkan. Kami berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, turut bertanggung jawab mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan setiap tahun,” pungkas Dave.



