Sisa Operasional TPA Bontang Sisa 3 Tahun, Neni Dorong Pengolahan Sampah dari Rumah - lkipartaigolkar

Sisa Operasional TPA Bontang Sisa 3 Tahun, Neni Dorong Pengolahan Sampah dari Rumah

Share your love

LKI Golkar – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mendorong penguatan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga menyusul perkiraan masa operasional Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang tersisa sekitar tiga tahun.

Neni meminta masyarakat mulai memilah sampah organik dan anorganik sebagai bagian dari Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (GESIT). Upaya ini dinilai penting untuk menekan volume sampah yang berakhir di TPA.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Pagi Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bontang di halaman Kantor Wali Kota, Senin (19/10/2026). “Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri,” katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) agar sampah yang dibuang ke TPA hanya berupa residu.

Pemkot Bontang menargetkan volume residu yang masuk ke TPA dapat ditekan hingga sekitar 25 persen.

Selain pengelolaan sampah rumah tangga, Neni menyoroti kondisi sejumlah sungai di Bontang yang masih dipenuhi sampah, sedimentasi dan tumbuhan liar.

Ia meminta kegiatan pembersihan sungai yang telah dilakukan aparatur sipil negara (ASN) dilanjutkan dengan pengerukan sedimentasi menggunakan alat berat selama kondisi cuaca memungkinkan.

Langkah tersebut diharapkan memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko banjir saat musim hujan.

Neni menyebut pembersihan sungai menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah), World Cleanup Day, serta rangkaian peringatan HUT ke-27 Kota Bontang.

Di sisi lain, Neni juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran daerah di tengah pengurangan dana transfer dari provinsi.

Ia meminta perangkat daerah mengendalikan belanja perjalanan dinas serta membatasi belanja makan dan minum tanpa mengurangi kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.

“Efisiensi harus dilakukan secara bijak dan adil,” tegasnya.

Ia menambahkan, penghematan anggaran harus berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja dan kedisiplinan ASN.

Seluruh aparatur diminta menerapkan nilai BerAKHLAK, terutama dalam memberikan pelayanan yang responsif dan berkualitas.

Dalam kesempatan itu, Neni juga mengimbau ASN memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta mengajak masyarakat memaksimalkan layanan kesehatan di Bontang sebelum memutuskan berobat ke luar daerah.

Pemkot Bontang, lanjutnya, berencana membangun Gedung C RSUD Taman Husada untuk mengakomodasi kunjungan pasien yang disebut mencapai sekitar 300 orang per hari.

Neni menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan harus menjadi tanggung jawab seluruh jajaran pemerintah, seiring upaya menata lingkungan dan menggunakan anggaran secara lebih efektif.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *