Waka Komisi I DPR RI Dave Laksono: KRI Sriwijaya Harus Perkuat Kemampuan Pertahanan Maritim Indonesia - lkipartaigolkar

Waka Komisi I DPR RI Dave Laksono: KRI Sriwijaya Harus Perkuat Kemampuan Pertahanan Maritim Indonesia

Share your love

LKI Golkar – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai kedatangan kapal induk eks Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, yang akan menjadi KRI Sriwijaya, menjadi momentum penting untuk memperkuat kemampuan pertahanan maritim Indonesia.

Menurut Dave, keberadaan kapal tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan statusnya sebagai kapal induk pertama Indonesia. Hal yang lebih penting, kata dia, adalah manfaatnya bagi kemampuan TNI Angkatan Laut dalam menjaga wilayah dan kedaulatan laut Indonesia.

“Ini bukan hanya soal Indonesia memiliki kapal induk pertama, tetapi juga soal bagaimana kapal ini dapat menambah kemampuan TNI Angkatan Laut dalam menjaga wilayah dan kedaulatan laut Indonesia,” kata Dave kepada infinitnews.id, Jumat (18/9).

Dave mengatakan efektivitas KRI Sriwijaya tidak dapat diukur hanya dari ukuran dan kemampuan platform kapal. Pengoperasian kapal berukuran besar membutuhkan kesiapan berbagai unsur pendukung.

Unsur tersebut mencakup personel, sistem persenjataan, doktrin, logistik, hingga pemeliharaan. Selain itu, integrasi kapal dengan unsur TNI lainnya juga menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitas operasional.

Karena itu, Dave menekankan pentingnya proses retrofitting atau penyesuaian kapal agar sesuai dengan kebutuhan dan karakter pertahanan Indonesia.

Menurut dia, manfaat KRI Sriwijaya juga tidak terbatas pada kepentingan militer. Dengan wilayah Indonesia yang luas dan karakter sebagai negara kepulauan, kapal tersebut berpotensi mendukung misi kemanusiaan dalam situasi darurat.

“Kapal ini juga berpotensi mendukung kegiatan kemanusiaan, seperti evakuasi dan distribusi bantuan dalam situasi darurat,” ujarnya.

Meski demikian, Dave mengingatkan pemanfaatan untuk kegiatan nonmiliter tetap harus disesuaikan dengan kemampuan kapal dan ketentuan operasional yang berlaku.

Ia berharap hibah kapal dari Italia tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang. Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya menerima dan mengoperasikan kapal, tetapi juga harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, pengalaman operasional, dan kapasitas industri pertahanan nasional.

“Kita ingin bukan hanya mendapatkan kapal, tetapi juga meningkatkan kualitas SDM, penguasaan teknologi, pengalaman operasional, dan kapasitas industri pertahanan nasional,” kata Dave.

Dave menilai pelatihan personel, transfer teknologi, pembangunan infrastruktur, serta dukungan anggaran harus disiapkan secara berkelanjutan.

“Jangan sampai kapal ini hanya menjadi simbol kebanggaan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun kemampuan untuk mengoperasikannya secara profesional, efektif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

ITS Giuseppe Garibaldi tiba di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/9). Kapal tersebut akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya setelah proses serah terima dan pergantian bendera dari Italia ke Indonesia.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *