Ajang Pengusaha Panas Bumi Dunia Kumpul di RI, Acara Dibuka Menteri ESDM Bahlil Lahadalia - lkipartaigolkar

Ajang Pengusaha Panas Bumi Dunia Kumpul di RI, Acara Dibuka Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Share your love

LKI Golkar – The 12th Indonesia Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 resmi memasuki hari pertama pelaksanaan pada Rabu (19/8/2026), yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC/JCC) Senayan, Jakarta.

IIGCE 2026 mengusung tema “Energy Self-Sufficiency for a stronger Indonesia: Geothermal as the Baseload Driving Energy Transition and Security”. Tema tersebut menegaskan pentingnya energi panas bumi sebagai salah satu sumber energi penopang beban dasar (baseload) dalam mendukung ketahanan energi sekaligus mempercepat proses transisi energi di Indonesia.

Gelaran IIGCE 2026 juga menjadi momentum penting bagi industri panas bumi nasional karena mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, investor, akademisi, profesional, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peluang dan tantangan pengembangan energi panas bumi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta pelaku usaha panas bumi mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Terlebih, pemerintah pusat sudah menargetkan tambahan kapasitas 5,2 Giga Watt (GW) pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Bahlil mengatakan percepatan ini hanya bisa dilakukan dengan kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah.

“Untuk menuju ke sana, saya minta komitmen kalau sudah dapat konsesi harus dipercepat. Saya selalu tanda tangan penghentian sementara, ini bagian dari strategi. Kalau benar ada masalah syukur, tapi saya sebagai mantan pengusaha, penghentian ini memperpanjang masa kontrak. Kalau masalah teknologi atau uang ada masalah,” ujarnya.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengungkapkan bahwa hingga hari ini porsi bauran energi baru terbarukan telah mencapai 17% dalam mendukung Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034.

Hal ini menjadi bukti bahwa pemerintah serius dalam menjalankan Paris Agreement terkait target Net Zero Emission (NZE) 2060. Seperti diketahui, porsi penggunaan EBT telah ditetapkan mencapai 76% (52,9 GW) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034 dari total target penambahan kapasitas pembangkit 69,5 GW.

Presiden Indonesian Geothermal Assosiation (IGA) Julfi Hadi mengatakan, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar dan menjadi salah satu kekuatan strategis untuk mewujudkan swasembada energi, “Indonesia mempunyai local resourcses, mempunyai indigeous resources yaitu panas bumi yang terbesar di dunia,” kata Jufri dalam pembukaan IIGCE.

Ia menjelaskan, percepatan pengembangan panas bumi semakin penting di tengah dinamika politik, geopolitik, dan ekonomi global. Pemanfaatan sumber daya lokal tersebut dirasa bisa memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi energi Indonesia.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *