
Anggota Komisi IV Tegaskan: Perdagangan Karbon Tak Boleh Geser Tujuan Utama Pengelolaan Hutan
Share your love

LKI Golkar – Anggota Komisi IV DPR RI, Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo menegaskan perdagangan karbon (carbon trading) tidak boleh menggeser tujuan utama pengelolaan hutan, yakni menjaga keberlanjutan hutan Indonesia.
“Aspek pengawasan, pemetaan kawasan, hingga perlindungan investasi harus diatur secara matang agar implementasi perdagangan karbon tidak menimbulkan kerugian maupun kerusakan hutan,” kata Firman dalam keterangannya, dikutip Senin 20 Juli 2026.
Ia menjelaskan sistem pengawasan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperjelas dalam tata kelola perdagangan karbon. Selain pemetaan kawasan yang akurat, pemerintah perlu menyiapkan skema perlindungan, termasuk melalui mekanisme asuransi, untuk mengantisipasi potensi kerugian terhadap investasi karbon.
“Bagaimana bentuk pengawasannya, pemetaannya, kemudian bagaimana terhadap cover asuransinya, sehingga jangan sampai terjadi kerugian-kerugian terhadap investasi karbon. Jangan sampai target daripada carbon trading ini justru merusak hutan kita. Tujuan utama kita sebetulnya adalah pelestarian hutan,” ujarnya.
Firman mengingatkan pengembangan ekonomi karbon harus menjadi instrumen yang mendukung konservasi hutan, bukan mendorong eksploitasi sumber daya alam. Dia berharap Indonesia tidak mengulangi berbagai persoalan tata kelola yang pernah terjadi di sektor pertambangan maupun perkebunan sawit.
“Hutan ini adalah anugerah Tuhan yang harus dilindungi. Apa pun bentuk eksploitasi dan pengelolaannya, jangan sampai mengulang kegagalan kita di sektor pertambangan maupun sawit,” ujarnya lagi.
Karena itu, ia menyatakan semangat Komisi IV DPR RI dalam mendorong perdagangan karbon bukan semata mengejar penerimaan negara. Ia menegaskan manfaat ekonomi dari perdagangan karbon harus ditempatkan sebagai nilai tambah, sedangkan prioritas utamanya tetap menjaga keberlanjutan hutan Indonesia.
“Spirit Komisi IV adalah carbon trading merupakan penerimaan kedua (secondary income). Yang paling utama adalah bagaimana kita menyelamatkan hutan kita,” pungkasnya.



