
77 ASN Tuban Terima SK Pensiun, Bupati Lindra: Pengabdian Tidak Harus Berhenti
Share your love
LKI Golkar – Sebanyak 77 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Tuban menerima Surat Keputusan (SK) pensiun dan pelepasan PNS periode 1 Oktober, 1 November, dan 1 Desember 2026.
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengatakan bahwa para PNS yang memasuki masa purna tugas tersebut berasal dari berbagai jenjang jabatan dan bidang pengabdian. Mereka terdiri atas pejabat eselon II dan III, pejabat eselon IV atau fungsional penyetaraan, guru, tenaga kesehatan, serta pelaksana.
“Masa kerja sebagai aparatur sipil negara boleh berakhir, tetapi pengabdian tidak harus berhenti,” pesan Bupati Tuban, Selasa (15/09/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi atas pengabdian yang telah diberikan selama menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Tuban. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama menjalankan tugas dapat menjadi modal untuk tetap memberi manfaat di lingkungan sekitar setelah memasuki masa pensiun.
“Kami meminta para PNS purna tugas lebih memperhatikan kesehatan dan menggunakan waktu bersama keluarga. Karena waktu yang sebelumnya banyak tersita untuk pekerjaan dapat dimanfaatkan untuk berkegiatan bersama anak, cucu, maupun orang-orang yang disayangi, sekalian bapak ibu juga harus sehat-sehat ya,” imbuhnya.
Bupati Tuban berharap para purna tugas tetap memiliki kegiatan yang terarah. Dengan demikian, masa pensiun tidak hanya diisi dengan rutinitas di rumah, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk tetap aktif dan memberi kontribusi di tengah masyarakat.
“Pentingnya kecakapan mengelola keuangan setelah memasuki masa pensiun. Pendapatan pensiun perlu dikelola dengan baik, jangan pernah ngejual aset yang bapak ibu sekalian sudah tabung,” tegas Mas Lindra.
Di sisi lain, Bupati berharap masa purna tugas tidak memutus hubungan dengan Pemerintah Kabupaten Tuban. Para purna tugas tetap diharapkan hadir dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah dan menjaga komunikasi dengan lingkungan kerja yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdian mereka. “Karena hal yang mahal adalah pengalaman bapak ibu sekalian semua,” pungkasnya.



