Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Wali Kota Bontang Dorong Riset dan Inovasi untuk Kurangi Ketergantungan Migas – lkipartaigolkar

Wali Kota Bontang Dorong Riset dan Inovasi untuk Kurangi Ketergantungan Migas

Share your love

LKI Golkar – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyambut kunjungan kerja Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangka Sosialisasi Rumah Inovasi Daerah, Kamis pagi (5/2/2026), di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kota Bontang ini menghadirkan Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN Yopi sebagai narasumber, didampingi Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN Wiwiek Joelijani, serta tim BRIN Riyadil Jinan dan Samuel Evan Firdaus.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan pentingnya riset dan inovasi sebagai strategi utama pembangunan daerah, khususnya untuk mengurangi ketergantungan Kota Bontang terhadap sektor industri migas.

“Bontang dikepung industri besar seperti PKT dan Badak LNG, tetapi kita tidak ingin hanya menjadi penonton. Karena itu, inovasi harus menjadi strategi utama pembangunan daerah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, ketergantungan yang tinggi terhadap sektor migas membuat perekonomian daerah rentan terhadap fluktuasi global. Oleh karena itu, diversifikasi ekonomi berbasis riset dan inovasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi Kota Bontang.

“Riset dan inovasi adalah kunci untuk mendorong hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah ekonomi, sekaligus menjawab persoalan lingkungan, sampah, energi, dan sosial di daerah,” ujarnya.

Terkait konsep Rumah Inovasi Daerah, Wali Kota Bontang menyatakan dukungan penuh dan berharap program tersebut dapat menjadi wadah kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat.

“Kami berharap riset tidak berhenti di kampus, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Neni Moerniaeni juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan riset. Ia membuka peluang bagi ASN dan generasi muda Bontang untuk mengakses pendidikan hingga ke luar negeri sebagai bagian dari upaya membangun kota berbasis inovasi dan teknologi.

“Kami berharap BRIN dapat memberikan arahan dan pendampingan agar Bontang mampu bertransformasi menjadi kota berbasis inovasi dan teknologi, sebanding dengan kontribusi kami bagi Indonesia,” pungkasnya. 

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *