Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Wagub Sumut Tegaskan Taman Sains Siap Jadi Pilar Bioekonomi Nasional – lkipartaigolkar

Wagub Sumut Tegaskan Taman Sains Siap Jadi Pilar Bioekonomi Nasional

Share your love

LKI Golkar – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) Humbang Hasundutan siap menjadi pilar bioekonomi nasional.

“Taman ini diproyeksikan sebagai pusat riset dan pengembangan bioekonomi tropis Indonesia bagian barat,” kata Surya saat mendampingi Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan meninjauan kawasan TSTH2 di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Sabtu.

Kehadiran dewan ekonomi nasional di kawasan itu, lanjutnya, menunjukkan pembangunan ekonomi berbasis riset, inovasi, dan kearifan lokal tidak lagi hanya menjadi agenda daerah, tapi masuk prioritas strategis nasional.

“Kawasan ini merupakan ladang masa depan, tempat ilmu pengetahuan tumbuh dari desa, dan dataran tinggi Humbang Hasundutan berkontribusi nyata bagi ekonomi nasional,” ujar Surya.

Wagub menjelaskan, taman sains itu memiliki potensi lebih dari 100 jenis tanaman herbal dan hortikultura unggulan lokal.

Di antaranya jenis tanaman andaliman, kunyit hitam, jahe merah, dan berbagai varietas hortikultura dataran tinggi.

“Kondisi agroklimatologi di Humbang Hasundutan ideal untuk pengembangan perbenihan, riset adaptasi iklim hingga produksi bahan baku berkualitas ekspor” katanya.

Surya juga menyoroti tantangan benih hortikultura di Sumut karena penangkar lokal bawang merah baru memenuhi 6,79 persen kebutuhan bibit unggul dari total luas tanam 3.861 hektare pada 2025.

Hal ini sejalan arahan Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya kemandirian bangsa dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya sektor pangan, kesehatan, dan energi.

“Melalui TSTH2, kami ingin menjadikan Sumatera Utara sentra riset dan produksi benih unggul adaptif lokal sekaligus mendukung kemandirian benih hortikultura di Sumatera,” katanya menegaskan.

Selain riset, menurut Surya, taman sains itu juga diarahkan untuk memberikan dampak sosial maupun ekonomi secara langsung bagi masyarakat.

Menurut dia, kawasan itu akan dikembangkan sebagai pusat pembelajaran petani, inkubator UMKM berbasis herbal, basis pendidikan vokasi pertanian dan bioteknologi.

“Target akhirnya adalah peningkatan pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja baru, regenerasi petani muda, dan penguatan ekonomi desa,” kata Surya.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *