
Wagub Jabar : Tanpa pengelolaan yang tepat, Bonus Demografi Bisa Jadi Beban
Share your love
LKI Golkar – Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengingatkan pentingnya pengelolaan demografi di Provinsi Jawa Barat berkaitan dengan keadaan mayoritas penduduk berada pada usia produktif atau sering disebut bonus demografi.
Hal tersebut disampaikan Erwan saat hadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tingkat Provinsi Jabar tahun 2026 di Kantor Perwakilan Kemendukbangga/ BKKBN Jabar di Kota Bandung, Kamis (26/2/2026).
“Tanpa pengelolaan yang tepat, bonus demografi bisa berubah menjadi beban demografi. Di saat yang sama, kita mulai memasuki fase aging population. Proporsi lansia terus meningkat dan diproyeksikan akan semakin besar dalam satu dekade ke depan. Artinya, kebijakan kependudukan tidak boleh parsi,” jelas Erwan.
Erwan pun menerangkan bahwa angka Total Fertility Rate (TFR) dan Modern Contraceptive Prevalence Rate (MCPR) di Kabupaten/Kota di Jawa Barat masih menunjukkan variasi yang perlu intervensi terarah. Sehingga mengharapkan Rakorda ini menjadi forum strategis untuk saling menyelaraskan kebijakan pemerintah.
“Rakorda ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah dalam mendukung program prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045 serta mewujudkan Jawa Barat Istimewa,” ujar Wagub Erwan didampingi Kepala Kantor BKKBN Jabar, Dadi Ahmad Roswandi.



