
Tuntutan Guru Madrasah, Wakil Ketua DPR: Prosesnya Tak Seperti Makan Cabai, Langsung Pedas
Share your love
LKI Golkar – Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menegaskan komitmen parlemen dalam mengawal lima tuntutan Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia. Aspirasi tersebut mencakup peningkatan kesejahteraan hingga kebijakan pengangkatan guru madrasah swasta menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K.
Hal tersebut disampaikan Sari saat menerima audiensi PGM Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Ia menyatakan bahwa persoalan yang dihadapi guru madrasah sudah menjadi perhatian serius legislatif dan beberapa poin tuntutan telah masuk dalam pembahasan mendalam di komisi terkait.
“Tuntutan ini bukan hal baru atau asing bagi kami. Kami sudah memahami persoalannya dan sebagian besar telah dibahas. Contohnya soal afirmasi pengangkatan P3K, Panja-nya sudah ada dan sudah ada keputusan,” ujar Sari.
Terkait keluhan minimnya sarana dan prasarana madrasah, Sari mengungkapkan pemerintah dan DPR telah menyiapkan alokasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp27 triliun untuk membenahi infrastruktur pendidikan.
Sari juga membagikan sisi personalnya untuk menunjukkan kedekatan emosional dengan dunia madrasah. Ia mengaku pernah menempuh pendidikan di madrasah saat SD dan kini mewakili daerah pemilihan (dapil) NTB 2 yang memiliki banyak institusi pendidikan Islam.
Meski mendukung penuh aspirasi tersebut, Sari meminta para pendidik bersabar mengikuti tahapan regulasi. Ia mengibaratkan kebijakan publik sebagai proses yang tidak bisa memberikan hasil instan.
“Kita semua sepakat, tapi perlu waktu dan proses. Tidak bisa seperti makan cabai yang langsung terasa pedasnya,” tuturnya.
Ia menegaskan kehadiran Pimpinan DPR dalam audiensi ini adalah jaminan bahwa tuntutan guru madrasah akan dikawal hingga tuntas.
“Kehadiran kami di sini adalah bukti keseriusan DPR sebagai penjamin proses awal atas tuntutan Bapak dan Ibu sekalian,” pungkas Sari.


