Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Tindak Lanjuti Instruksi Presiden, Mohan Fokus Benahi Sampah – lkipartaigolkar

Tindak Lanjuti Instruksi Presiden, Mohan Fokus Benahi Sampah

Share your love

LKI Golkar – Persoalan sampah kini menjadi prioritas utama Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram di bawah kepemimpinan Mohan Roliskana.

Bukan tanpa alasan, langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas atensi khusus dan instruksi Presiden Republik Indonesia yang menjadikan isu sampah sebagai masalah nasional yang harus segera dituntaskan.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, menegaskan tahun ini dirinya akan fokus penuh pada transformasi pengelolaan sampah di ibu kota Provinsi NTB tersebut.

Ia menargetkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat.

“Ini isu nasional, dan Pak Presiden memberikan atensi khusus berkaitan dengan ini. Maka tahun ini saya fokus betul, kami fokus betul untuk urusan sampah ini,” kata Mohan. 

Mohan menjelaskan, di tahun keduanya memimpin, ia ingin mengubah pola lama menjadi lebih modern.

Targetnya tidak hanya sekadar mengangkut sampah dari lingkungan ke tempat pembuangan, tetapi juga meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses reduksi sampah sejak dari hulu.

Menurutnya, meski beberapa waktu lalu sempat terjadi gangguan teknis terkait ritasi pengangkutan, secara umum kondisi di lapangan masih dalam kendali. 

“Kemarin ada sedikit gangguan pengangkutan, tapi secara umum masih bisa kita tangani. Tahun ini kami ingin pelibatan masyarakat bisa lebih baik lagi agar dampaknya benar-benar dirasakan,” imbuhnya.

 Menanggapi kendala di Tempat Pembuangan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok, Mohan memastikan jalan keluar sudah ada. Ia telah menandatangani kesepakatan sharing anggaran bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Proses pengerjaan di TPA tersebut diperkirakan rampung dalam satu bulan ke depan.

“Setelah TPA rampung, kami yakin distribusi sampah akan kembali normal. Sembari menunggu itu, kami terus mengisi dengan program reduksi di tingkat kota, seperti optimalisasi Pusat Pengolahan Sampah Terpadu (Sandubaya) dan program lainnya,” jelas Mohan.

Kabar baik lainnya, Kota Mataram bersiap membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang lebih mumpuni. Mohan membeberkan bahwa proses lelang proyek tersebut akan dimulai pada Maret mendatang. Berdasarkan kajian teknis dari Kementerian PUPR, Mataram akan membangun fasilitas dengan kapasitas 60 ton per hari

“Lelangnya bulan Maret. Kita diberikan kapasitas 60 ton karena itu hasil kajian PUPR. Jika lebih besar dari itu, Kota Mataram dinilai belum siap memproduksi sampah dalam jumlah yang melampaui kapasitas tersebut untuk dikelola di satu titik,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menganggarkan sekitar Rp 97 miliar untu fisik TPST dan Rp 4 miliar untuk perencanaan. Semua dari kementerian baik anggaran maupun tender, Pemkot Mataram hanya menyiapkan lahan. 

“Sekarang masih tahap pengumpulan data untuk memastikan perencanaannya,” tandasnya.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *