
Rudy Mas’ud Tegaskan Kaltim Siap Jadi Lumbung Pangan dan Industri Pendukung IKN
Share your love
LKI Golkar – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyatakan daerah itu siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan wilayah pangan baru sekaligus pusat industri pangan nasional guna menyokong kebutuhan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami siap bertransformasi, dulu memang Kaltim dikenal sebagai raksasa energi fosil, namun memasuki 2026, Benua Etam telah memposisikan diri menjadi mitra strategis dalam pengembangan wilayah pangan baru dan industri pangan,” ujar Rudy Mas’ud di Bontang, Kaltim, Sabtu.
Sosok yang akrab disapa Gubernur Harum ini menekankan bahwa saat ini Kaltim sedang bertransformasi dari daerah penghasil bahan mentah menjadi daerah pengolah yang memberikan nilai tambah nyata bagi Indonesia.
Upaya ini selaras dengan visi pengembangan IKN yang baru saja ditinjau oleh Presiden Prabowo Subianto pekan lalu.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Kaltim telah menetapkan target cetak sawah baru seluas 20.000 hektare pada tahun 2026. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan transisi ekonomi dari sektor pertambangan menuju pertanian berkelanjutan berjalan sesuai target.
“Bukan sekadar menanam, strategi kita tahun ini mencakup ekstensifikasi lahan modern. Dari target tersebut, sekitar 9.500 hektare lahan prioritas akan dikelola menggunakan teknologi pertanian presisi (smart farming),” jelasnya.
Selain perluasan lahan, hilirisasi industri pangan di Kutai Kartanegara terus dipacu melalui proyek pabrik pengolahan rumput laut dan pabrik minyak makan. Tujuannya jelas: agar petani tidak lagi hanya menjual bahan mentah, melainkan produk olahan bernilai tinggi.
“Kami ingin Kaltim mandiri secara pangan. Kehadiran IKN menuntut kita untuk tidak lagi bergantung pada pasokan luar daerah,” tegas Rudy.
Transformasi ini diprediksi akan membuka lapangan kerja luas di sektor agribisnis dan industri pengolahan. Sebagai superhub ekonomi, Kaltim juga memegang peran kunci dalam menjaga stabilitas harga pangan di kawasan Indonesia Timur.
“Dengan distribusi pupuk yang stabil, kita optimistis produktivitas akan meningkat, efisiensi terjaga, petani sejahtera, industri tumbuh, dan negara semakin kuat,” jelas Gubernur Rudy.



