
Progres Pembangunan Huntara di Nagan Raya Aceh Capai 40 Persen
Share your love
LKI Golkar – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh memastikan realisasi pembangunan 570 unit hunian sementara (huntara) di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, kabupaten setempat hingga saat ini telah mencapai 40 persen.
“Alhamdulillah progresnya mengalami peningkatan, kita harapkan masyarakat dapat menempati huntara sebelum Ramadhan ini,” kata Bupati Nagan Raya, Aceh Teuku Raja Keumangan didampingi Wakil Bupati Raja Sayang dan Plt Sekda Zulkifli kepada ANTARA, Senin.
Teuku Raja Keumangan mengatakan pembangunan huntara bagi masyarakat korban bencana alam di Kabupaten Nagan Raya, Aceh merupakan sebuah kebutuhan dasar yang mendesak, karena huntara merupakan tempat berteduh masyarakat yang telah kehilangan tempat tinggal.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah sangat mendukung pembangunan huntara yang saat ini dilaksanakan oleh BNPB, sehingga masyarakat korban bencana alam bisa segera menempati hunian sementara sambil menunggu penyelesaian hunian tetap dari pemerintah pusat nantinya.
Pembangunan ratusan unit huntara tersebut dipusatkan di sejumlah desa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh yang saat ini menjadi salah satu lokasi titik terparah kerusakan akibat bencana alam banjir bandang.
Saat ini, sekitar 1.500-an masyarakat di wilayah itu juga masih mengungsi di tenda pengungsian, karena sebagian besar rumah masyarakat di daerah ini rusak dan hilang akibat bencana alam.
Teuku Raja Keumangan mengatakan pentingnya percepatan pendataan dan kesiapan teknis di lapangan, sehingga masyarakat korban bencana memiliki hunian sementara saat melaksanakan ibadah puasa nantinya.
Ia juga meminta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) dan BPBD Nagan Raya, agar aktif turun ke lokasi bencana, guna melakukan pendataan dan pemantauan agar semua yang dibutuhkan masyarakat, dapat tertangani.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh menyatakan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana alam banjir bandang yang terjadi pada Rabu, 26 November 2025 lalu sebesar Rp1,1 triliun lebih.
Ada pun rincian kerusakan akibat bencana alam di Nagan Raya yaitu terdiri atas kerusakan permukiman sebesar Rp131 miliar lebih, kerusakan di sektor infrastruktur Rp572,7 miliar lebih, kerusakan dampak ekonomi Rp278,8 miliar lebih.
Kemudian di sektor sosial sebesar Rp75,9 miliar lebih, serta kerusakan lintas sektor sebesar Rp39,6 miliar lebih.
Bupati Teuku Raja Keumangan mengatakan pihaknya saat ini juga terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan BNPB dan Pemerintah Aceh, untuk melaporkan setiap perkembangan pascabencana banjir bandang yang menyebabkan kerusakan aneka infrastruktur dan permukiman masyarakat.



