
Produksi Nikel Dipangkas, Bahlil: Biar Tinggal untuk Anak Cucu Kita
Share your love
LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan terkait keputusan pemerintah yang memangkas rencana produksi nikel dan batu bara periode 2026.
Menurutnya, alasan pemangkasan itu karena bisa berakibat pada jatuhnya harga kedua komoditas mineral tersebut. Mengingat, hukum ekonomi terus mengingatkan bahwa ketika persediaan (supply) lebih banyak maka bisa menjatuhkan harga.
“Kita kan sudah memutuskan. Saya kan katakan bahwa (keputusan tersebut didasari pertimbangan) supply and demand,” kata Bahlil usai acara Indonesia Economic Outlook 2026, dikutip Minggu (15/2/2026).
Bahlil tidak ingin nantinya ketika produksi terus digenjot maka tidak ada yang akan diwariskan pada generasi selanjutnya. Sementara, ia ingin agar pengelolaan tambang terus berkesinambungan.
“Pengelolaan tambang ini kan harus berkesinambungan. Ada anak cucu kita juga yang harus melanjutkan bangsa ini ya,” ucap Bahlil.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menyetop ekspor komoditas mineral seperti bijih nikel. Ke depan, Bahlil mengkaji penyetopan ekspor beberapa komoditas lainnya, termasuk timah.
“Tahun lalu kita melarang ekspor bauksit. Dan tahun ke depan, kita akan mengkaji untuk beberapa komoditas lain, termasuk timah. Tidak boleh lagi kita ekspor barang mentah. Silakan teman-teman membangun investasi hilirisasi di dalam negeri,” pintanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026)



