
Penuhi Janji! Gubernur NTT Melki Laka Lena Bentuk 5 Tim Kerja Percepatan Pembangunan Daerah
Share your love
LKI Golkar – Gubernur NTT resmi membentuk lima tim khusus untuk mempercepat pembangunan NTT termasuk meningkatkan PAD NTT menjadi Rp 2,8 triliun di tahun 2026.
Pembentukan lima tim khusus ini diselenggarakan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Percepatan Pembangunan Daerah yang berlangsung di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT, Jumat (27/2/2026).
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan ini merupakan langkah progresif Pemprov NTT untuk mempercepat pembangunan daerah dan memastikan program Dasacita Melki-Johni bisa terlaksana dengan baik.
“Tim ini dibentuk untuk mempercepat koordinasi, menghemat waktu, dan energi. Pengalaman saya, konsolidasi program bersama sangat penting agar kekuatan kita tidak bias ke mana-mana,” tegas Gubernur Melki Laka Lena dalam arahannya.
Berikut lima tim strategis dengan koordinator masing-masing yang dibentuk Gubernur NTT:
1. Tim Akselerasi Dasacita dan Program Pusat di Daerah
Tim ini dipimpin oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi NTT, Alfons Theodorus.
Tim ini bertugas me-review implementasi program unggulan daerah (Dasacita) serta program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih dan Swasembada Pangan.
2. Tim Implementasi Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu
Tim ini dipimpin Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTT Jonny Ericson Ataupah.
Tim ini bertugas untuk memvalidasi data kemiskinan man-to-man dan penindakan tegas bagi oknum yang memanipulasi data kemiskinan.
Gubernur NTT menargetkan penurunan angka kemiskinan dari 17,5% menjadi 11,5% di akhir masa kepemimpinan.
3. Tim Optimalisasi PAD NTT dengan target Rp 2,8 triliun di tahun 2026
Tim ini akan dipimpin oleh Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT Bernhard Menoh.
Tim ini ditugaskan menutup kebocoran pajak serta optimalisasi pendapatan daerah dengan meningkatkan sumber PAD yang ada maupun mencari sumber PAD baru.
4. Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Tim ini dipimpin oleh Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Selfi Nange.
Tim ini akan fokus pada hilirisasi produk lokal melalui NTT Mart dan penyaluran KUR bagi ASN dan UMKM untuk kepentingan produktif.
5. Tim Komunikasi Pemerintahan
Tim ini dipimpin oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Prisila Parera.
Tim ini bertugas untuk memproduksi pemberitaan dan konten positif harian untuk menjaga ruang publik dari gosip dan membangun motivasi dan optimisme masyarakat.
Dalam pertemuan ini Gubernur NTT Melki Laka Lena menyoroti serius masalah data kemiskinan yang sering kali tidak akurat di lapangan.
Ia meminta bantuan TNI, Polri, dan Kejaksaan untuk mengawal distribusi bantuan sosial seperti PKH dan PIP agar tepat sasaran.
“Kita hanya urus orang miskin, bukan orang bermental miskin. Saya minta data diklarifikasi hingga tingkat desa. Jangan sampai bantuan dipakai untuk judi atau miras. Jika ada yang bermain dengan data kemiskinan, kita cari pasal hukum yang paling keras untuk mereka,” ujar Melki Laka Lena dengan nada tegas.
Tim kerja ini bersifat operasional tanpa mengambil alih tugas pokok dan fungsi masing-masing OPD.
Evaluasi kinerja tim akan dilakukan secara berkala setiap bulan hingga satu tahun untuk memastikan setiap target tercapai secara terukur.
Pengukuhan tim ini akan segera dilakukan dilanjutkan dengan penyusunan cascading kinerja bagi setiap ASN agar ukuran keberhasilan pembangunan menjadi lebih personal dan objektif.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT, Yosef Rasi menjelaskan pembentukan tim kerja ini merupakan upaya menyelaraskan potensi sumber daya manusia (SDM), alam, dan budaya dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Setiap tim akan terdiri dari 50 orang, dengan komposisi 60% pejabat struktural dan 40% staf. Tim ini bersifat lintas sektor dan tidak terikat kaku pada jabatan birokrasi, melainkan bekerja berdasarkan kapasitas pribadi dan kompetensi.
Sebelumnya diberitakan victorynews.id, Gubernur NTT Melki Laka Lena optimis untuk melanjutkan pembangunan NTT dan meningkatkan PAD menjadi Rp 2,8 triliun.
Untuk mempercepat pembangunan di NTT terutama mencapai target Rp 2,8 triliun di tahun 2026 maka Pemprov NTT akan segera membentuk lima tim khusus.
Hal ini disampaikan Melki Laka Lena saat menjadi narasumber perdana Victory Talk, Senin (23/2/2026) yang dipandu Redaktur Pelaksana victorynews.id Beverly Rambu.
Ia mengatakan secepatnya akan membentuk lima tim dari ASN yang ada di tingkat provinsi..
Lima tim yang akan dibentuk itu yakni:
1. Tim Akselerasi Dasacita dan Program Pusat di Daerah
2. Tim Implementasi Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu
3. Tim Optimalisasi PAD
4. Tim Penguatan Ekonomi Kerakyata
5. Tim Komunikasi Pemerintahan
Ia mengatakan masing-masing tim akan diberi tugas untuk menyukseskan berbagai program prioritas Pemprov NTT.
Ia mengatakan tidak ada beban biaya khusus dari pembentukan tim ini karena semua merupakan ASN Pemprov NTT yang diberdayakan dan diberi tanggung jawab mempercepat pembangunan di NTT.
Tim akan bertugas memperbaiki data kemiskinan, juga meningkatkan PAD termasuk pajak dan meningkatkan pemanfaatan aset dengan didikung penilai aset yang mumpuni dan profesional bahkan jika perlu diambil dari luar daerah agar bisa menjadi penilai aset yang paham dengan subjek aset yang ada di NTT.
Melki Laka Lena menegaskan kinerja aparatur sipil negara (ASN) harus terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Birokrasi harus berubah luar biasa. Datang pagi pulang sore harus ada manfaatnya. Jangan hanya adal ada. Datang absen lalu keluar tidak benar-benar ada dan hadir, lalu saat mau pulang datang untuk absen. Semua program dan kinerja mereka harus terukur,” katanya.
Ia menambahkan Pemprov NTT juga membentuk tim komunikasi pemerintah untuk memastikan setiap program strategis tersampaikan dengan baik kepada publik, sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan.
Melki Laka Lena menegaskan kinerja aparatur sipil negara (ASN) harus terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Birokrasi harus berubah luar biasa. Datang pagi pulang sore harus ada manfaatnya. Jangan hanya adal ada. Datang absen lalu keluar tidak benar-benar ada dan hadir, lalu saat mau pulang datang untuk absen. Semua program dan kinerja mereka harus terukur,” katanya.
Ia menambahkan Pemprov NTT juga membentuk tim komunikasi pemerintah untuk memastikan setiap program strategis tersampaikan dengan baik kepada publik, sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan.



