
Pemkot Mataram Perketat Patroli Demi Keamanan Ramadhan
Share your love
LKI Golkar – Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memastikan situasi keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terpantau selama Ramadhan 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan agar warga dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa gangguan ketertiban.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengatakan pemerintah bersama aparat terkait rutin melakukan patroli untuk mencegah aktivitas yang meresahkan, terutama pada malam hari.
“Kami bersama aparat terkait terus melakukan patroli rutin untuk meminimalisir gangguan ketertiban, seperti aksi balap liar atau aktivitas remaja yang meresahkan warga saat beribadah,” ujarnya, Senin.
Menurut wali kota, perkembangan zaman membuat remaja semakin kreatif dalam mengisi kegiatan selama Ramadhan. Namun, kreativitas tersebut kerap tidak produktif dan justru mengganggu keamanan serta kenyamanan masyarakat saat beribadah.
Pemerintah mencatat sejumlah aktivitas yang berpotensi menimbulkan keresahan, seperti balap liar hingga adu panco di ruang publik. Kegiatan tersebut telah ditertibkan guna menjaga suasana kondusif selama bulan suci.
Karena itu, pemerintah mengajak tokoh masyarakat dan warga untuk aktif melapor apabila menemukan indikasi gangguan di lingkungan masing-masing agar dapat segera ditindaklanjuti. Peran masyarakat dinilai sangat penting dalam menjaga ketertiban bersama.
Selain itu, orang tua diminta lebih intensif mengawasi anak-anak agar tidak terlibat kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. “Partisipasi masyarakat dan orang tua sangat penting untuk mendukung menciptakan keamanan di lingkungan masing-masing,” kata Mohan.
Sebelumnya, para kepala lingkungan di Mataram juga telah mengedarkan imbauan kepada warga agar bersama-sama menjaga kenyamanan dan kekhusyukan ibadah puasa. Edaran tersebut menekankan pentingnya peran keluarga dalam membimbing aktivitas anak selama Ramadhan.
Dalam imbauan itu, warga diminta mencegah kegiatan negatif seperti perang kembang api, taruhan balapan lari, perang sarung, judi domino, hingga bermain bola tengah malam. Orang tua juga diminta memastikan anak-anak sudah berada di rumah sebelum pukul 24.00



