
Menperin: WEF Davos 2026 Jadi Momentum Penguatan Industri Nasional RI
Share your love
LKI Golkar – Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya memastikan investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya bersifat finansial, tetapi mampu memperkuat kapabilitas industri nasional melalui alih pengetahuan dan teknologi, penguatan rantai pasok domestik, serta integrasi ke dalam rantai pasok global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan arah kebijakan investasi industri yang dibangun pemerintah bertujuan memperdalam struktur industri nasional, meningkatkan keterlibatan pelaku industri dalam negeri termasuk industri kecil dan menengah (IKM), serta memperluas jejaring global industri Indonesia.
“Investasi yang kami pacu adalah investasi yang membawa know-how, teknologi, dan keterlibatan pelaku industri lokal secara nyata. Indonesia tidak ingin investasi bersifat enclave, tetapi terhubung erat dengan ekosistem industri dalam negeri serta memberi peluang produk Indonesia masuk ke rantai pasok dunia,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/1).
Agus menjelaskan, arah kebijakan tersebut sejalan dengan pesan strategis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1). Dalam forum tersebut, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang stabil, kredibel, dan memiliki peluang besar bagi kemitraan investasi global.
Presiden Prabowo, kata Menperin, juga menyoroti pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia sebagai instrumen strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi dan industrialisasi nasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi investasi jangka panjang dengan mitra global.
“Danantara merupakan fondasi kemitraan Indonesia dengan pelaku investasi global. Karena itu, Indonesia menawarkan peluang investasi yang tidak hanya berorientasi pada modal, tetapi juga pada pengembangan nilai tambah industri nasional,” kata Agus.
Lebih lanjut, Kemenperin akan mengarahkan investasi berkualitas ke sektor-sektor unggulan yang menjadi prioritas penguatan kapasitas industri nasional. Selain mendorong alih teknologi dan pengetahuan, pemerintah juga memperkuat keterlibatan IKM dalam rantai pasok industri besar melalui berbagai program fasilitasi dan insentif berbasis komponen dalam negeri.
Kemenperin memastikan setiap investasi baru memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan vokasi, peningkatan keterampilan sumber daya manusia industri, serta integrasi industri nasional ke dalam jaringan produksi dan nilai global.
“Sesuai dengan Asta Cita pemerintah, kolaborasi global ini diharapkan membuka peluang investasi berskala besar untuk mendorong industrialisasi sekaligus pembangunan manusia Indonesia,” kata Menperin.


