
Menperin Soroti Lonjakan Impor Semikonduktor hingga Dua Kali Lipat
Share your love
LKI Golkar – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan ketergantungan Indonesia terhadap impor komponen semikonduktor, seperti tercermin dari peningkatan hampir dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Merespons tantangan tersebut, pemerintah kini menggeser fokus strategi nasional pada pengembangan talenta dan desain chip sebagai fondasi kemandirian teknologi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor semikonduktor Indonesia melonjak dari US$ 2,33 miliar pada 2020 menjadi US$ 4,87 miliar pada periode Januari–November 2025. Kenaikan ini dipicu oleh masifnya aktivitas industri hilir, mulai dari produksi ponsel nasional sebesar 30–60 juta unit per tahun hingga peningkatan produksi kendaraan listrik yang membutuhkan komponen semikonduktor tiga kali lebih banyak.
“Tingginya ketergantungan impor semikonduktor menjadi sinyal penting bagi ketahanan industri nasional. Kondisi ini perlu direspons melalui penguatan ekosistem dalam negeri, khususnya pada aspek desain chip,” ujar Menperin dalam Indonesia Semiconductor Summit (ISS) 2026 di Bandung, seperti dikutip melalui keterangannya, pada Jumat (30/1/2026).
Agus menjelaskan bahwa pengembangan industri semikonduktor tidak bisa dilakukan secara instan. Pemerintah telah menetapkan roadmap yang mencakup empat pilar utama: material, desain, fabrikasi (front end), serta perakitan dan pengujian (back end).
Sebagai langkah nyata, Kementerian Perindustrian menggandeng PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan pakar dari 13 universitas untuk membentuk Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC). Pusat kolaborasi ini diharapkan menjadi simpul riset dan pengembangan kapasitas desain semikonduktor nasional.
“Roadmap ini menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mengejar investasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah nasional dan memastikan Indonesia terintegrasi dalam rantai pasok dunia,” tegas Agus.
Kebutuhan semikonduktor diprediksi akan terus tumbuh signifikan, terutama dengan target kebutuhan laptop yang mencapai 1,57 juta unit pada 2026. Menperin menilai, kehadiran ICDEC menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk mulai beralih dari sekadar konsumen menjadi pemain aktif dalam ekosistem semikonduktor global.



