Enter your email address below and subscribe to our newsletter

KP2MI dan Pemerintah Prefektur Kagawa Teken Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Jepang – lkipartaigolkar

KP2MI dan Pemerintah Prefektur Kagawa Teken Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Jepang

Share your love

LKI Golkar – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyaksikan penandatangan nota kerja sama antara KP2MI dan Pemerintah Prefektur Kagawa tentang Promosi Pengembangan, Penempatan, dan Penerimaan Pekerja Migran Indonesia dengan Keterampilan Khusus di Jepang.

Penandatangan tersebut berlangsung di Kantor P2MI, Jakarta, Jumat (23/1/2026). Tampak hadir dalam acara ini Gubernur Ikeda Toyohito dan Wamen P2MI Christina Aryani beserta jajaran KP2MI.

Menteri Mukhtarudin menjelaskan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MSP) ini mencerminkan komitmen kedua belah pihak untuk membangun hubungan kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya dalam hal pengembangan, penempatan,dan pelindungan tenaga kerja berketerampilan khusus asal Indonesia di Jepang. Kerja sama ini mencakup sejumlah poin strategis, di antaranya:

Potensi Kerja Sama dengan Prefektur Kagawa

1. Kementerian P2MI/BP2MI menyambut baik peluang kerja sama penempatan Pekerja Migran Indonesia Terampil ke Prefektur Kagawa, khususnya melalui skema Specified Skilled Worker (SSW).

2. Jumlah Pekerja Indonesia di Kagawa saat ini, sebesar 2.951 orang, yang bekerja di sektor-sektor Manufaktur, Konstruksi, Pertanian, Kesehatan, dan Akomodasi.

Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat, seiring dengan tingginya permintaan tenaga kerja dari Indonesia.

Dukungan & Skema Kerja Sama antara Kementerian P2MI/BP2MI dengan Prefektur Kagawa  Menurut Menteri Mukhtarudin, Prefektur Kagawa menyampaikan usulan kerja sama yang mencakup pengembangan dan pelaksanaan program peningkatan kapasitas, di antaranya meliputi Pelatihan bahasa Jepang, Budaya kerja di Jepang, Ujian untuk Sertifikasi keterampilan; serta Promosi Peluang Kerja di Prefektur Kagawa.

Adapun dukungan lain yang diberikan di antaranya yaitu Fasilitasi tenaga pengajar bahasa dan budaya Jepang, Buku teks untuk peserta peningkatan kapasitas bahasa Jepang, serta Anggaran khusus dalam rangka kerja sama peningkatan kapasitas tersebut.

“Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung program peningkatan kapasitas untuk calon Pekerja Migran Indonesia, agar selaras dengan kompetensi yang diperlukan oleh Prefektur Kagawa serta meningkatkan jumlah penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil di Jepang,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Arah Pengembangan Kerja Sama Menteri Mukhtarudin menjelaskan kerja sama ini akan menjadi pilot project antara Pemerintah Indonesia dengan pemerintah daerah di Jepang, terutama dalam hal integrasi program pelatihan dan penempatan. Setelah penandatangan MoU antara Kementerian P2MI/BP2MI dengan Prefektur Kagawa, akan dilakukan pembahasan Plan of Action (PoA) yang diantaranya mencakup:

a. Mekanisme kerja sama dalam rangka peningkatan kapasitas;

b. Promosi peluang kerja di Prefektur Kagawa;

c. Proses penempatan dan penerimaan Pekerja Migran Indonesia di Prefecture Kagawa. Tindak Lanjut Menteri Mukhtarudin berharap ke depan dapat diperoleh informasi demand secara spesifik agar proses pemetaan, peningkatan kapasitas, dan penempatan pekerja migran Indonesia dapat dilakukan secara tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Untuk itu, perlunya penguatan dalam hal peningkatan jumlah kelas-kelas bahasa, modul pembelajaran, dan instruktur bahasa, serta budaya Jepang. Selain itu, penyebarluasan informasi tentang lokasi dan kuota ujian Bahasa Jepang dan ujian keterampilan pada program SSW.

“Kemudian promosi peluang kerja bagi penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil ke Jepang untuk memenuhi peluang kerja pada program SSW,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *