Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Gubernur Kepri Imbau Masyarakat Tak Boros Pangan Sambut Ramadhan 1447 H – lkipartaigolkar

Gubernur Kepri Imbau Masyarakat Tak Boros Pangan Sambut Ramadhan 1447 H

Share your love

LKI Golkar – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengimbau masyarakat tidak boros pangan sekaligus mengatur belanja sesuai keperluan rumah tangga dalam menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.

“Jelang Ramadhan, warga biasanya boros pangan. Semua ingin dinikmati, padahal kemampuan terbatas,” kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Kamis.

Gubernur Ansar menyebut di tengah kondisi fluktuasi ekonomi, masyarakat diharapkan mampu berhemat pangan, tanpa mengabaikan kecukupan gizi.

Masyarakat harus bisa menjauhi sikap mubazir terhadap konsumsi pangan, dengan mengalihkan sebagian penghasilan untuk kebutuhan lain yang lebih penting.

“Apalagi kebiasaan berhutang perlu dihindari, karena Ramadhan itu mengajarkan menahan diri dan hidup dalam kesederhanaan. Perbanyak amal baik selama Ramadhan,” ucap Ansar.

Ansar memastikan pasokan kebutuhan pangan menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H aman dan cukup. Bahkan Bulog berencana menambah stok beras dan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.

Selain itu, Pemprov Kepri bersama pihak terkait terus mengidentifikasi beberapa jenis kebutuhan pokok penting dalam menghadapi perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) tersebut.

“Beberapa bahan pokok penting, seperti beras, minyak goreng, cabai dan daging segar, harus terjamin pasokannya, karena permintaan pasti meningkat menjelang HKBN,” ungkap Ansar.

Gubernur menambahkan Pemprov Kepri turut menyiapkan langkah swasembada pangan guna meminimalkan ketergantungan pasokan pangan dari provinsi/daerah lain.

Pemerintah daerah bakal memanfaatkan lahan kosong guna ditanami cabai dan sayur. Langkah ini bekerja sama dengan TNI dan Polri yang selama ini telah banyak berkontribusi meningkatkan ketahanan pangan di tanah air.

“Kalau untuk swasembada beras di Kepri kurang efisien secara ekonomi, karena daerah kita tanam padi 1 hektare hasilnya 2,8 ton gabah kering, sedangkan daerah lain mencapai 8 ton. Makanya, lebih baik kita kembangkan komoditas lain seperti cabai, yang permintaannya tinggi,” ucap Ansar.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *