
Gubernur – Bupati se-Babel Perkuat Sinergi Tingkatkan Ekonomi
Share your love
LKI Golkar – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani bersama bupati dan wali kota se-Kepulauan Babel memperkuat sinergitas, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.
“Memasuki 2026, kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri tetapi harus bersinergi, kompak dan bergerak dalam satu irama,” kata Hidayat Arsani di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan dalam memperkuat sinergitas ini, dirinya bersama Bupati Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur dan Wali Kota Pangkalpinang telah melakukan rapat koordinasi dan menandatangani komitmen bersama dalam penguatan sinergi pembangunan, dukungan terhadap visi-misi Presiden dan Wakil Presiden melalui Asta Cita.
Kepala daerah se-Kepulauan Babel berkomitmen menyukseskan Program Asta Cita yaitu, penguatan layanan dasar pendidikan dan kesehatan, pengendalian inflasi, percepatan MBG, pengembangan koperasi desa, pengelolaan sampah ramah lingkungan, optimalisasi potensi tambang, peningkatan angka harapan sekolah, serta penguatan strategi pendapatan daerah di tengah penurunan pagu TKD 2026.
“Dengan kebersamaan dan kekompakan ini, kita jalankan program percepatan ekonomi, karena tanpa sinergi, program tidak akan optimal,” ujarnya.
Ia menyatakan selama 2025, Pemprov Kepulauan Babel telah mencatatkan capaian membanggakan dengan meraih 23 penghargaan di berbagai sektor.
Pada sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung hingga Triwulan III Tahun 2025 berada di angka 3,21 persen. Meski mengalami perlambatan dibanding triwulan sebelumnya, capaian ini dinilai lebih baik dibandingkan 2024.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi Bangka Belitung tetap terkendali di angka kumulatif 2,77 persen, berada dalam rentang target nasional 2 hingga 4 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga menunjukkan tren positif, meningkat dari 74,55 menjadi 75,26, dengan seluruh kabupaten/kota di Babel telah masuk kategori IPM tinggi.
Sementara itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 5 persen, menjadikan Bangka Belitung sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah kelima secara nasional. Capaian ini turut diiringi penurunan tingkat pengangguran terbuka, peningkatan usia harapan hidup, serta rata-rata lama sekolah.
“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di Bangka Belitung,” katanya.



